Friday, October 29, 2010

Si Bocor Dari Rumah Tua

Si Bocor Dari Rumah Tua

Dahulu kala, terdapatlah suami-istri petani yang hidup sangat bersahaja. Mereka memelihara seekor sapi yang masih muda. Sapi itu ditempatkan di kandang belakang rumahnya yang sudah tua.

Pada suatu malam, datanglah seekor serigala di dekat rumah tersebut. Sudah beberapa hari ini sang serigala tidak makan makanan enak. Karena itu ia mengincar anak sapi yang ada di kandang itu. Ia menunggu sampai sang pemilik rumah tertidur lelap. Sementara itu, tak jauh dari tempat itu, seorang pencuri tengah mengendap-endap di belakang rumah sang petani. Ia juga hendak mencuri anak sapi milik sang petani. Kini ia mencoba naik atap rumah sang petani sambil menunggu mereka tidur. Saat itu di dalam rumah, suami-istri petani itu sedang bercakap-cakap.
“Menurutmu, siapakah di dunia ini yang paling menakutkan?”tamya sang istri.
“Kalau menurutku yang paling menakutkan adalah serigala hutan.”kata sang suami.
Mendengar nahwa namanya disebut, serigala hutan yang sedari tadi bersembunyi di dekat kandang merasa sangat bangga. “Ternyata aku sangat ditakuti manusia!” katanya dalam hati.
“Kalau menurutmu, siapa yang paling menakutkan?” kata suaminya ganti bertanya.
“Kalau menurutku, yang paling menakutkan di dunia ini adalah pencuri!” kata istrinya.
Mendengar hal itu, pencuri yang sedari tadi bersembunyi di atap rumah tersenyum kegirangan. “Ternyata aku adalah orang yang paling ditakuti di dunia!” katanya sambil tersenyum gembira.
“Tetapi dari semua itu ada yang paling menakutkan bagi kita.” Kata sang suami.
“Apa itu?” Tanya istrinya.
“Si bocor. Kalau hujan, ia pasti datang dengan tiba-tiba dan sangat menyusahkan kita semua. Ia adalah sesuatu yang paling menakutkan !” kata sang suami.
“Benar juga katamu. Mudah-mudahan malam ini dia tidak datang.” Kata istrinya.
Mendengar bahwa ada orang lain yang paling menakutkan di dunia ini, baik serigala maupun pencuri yang sedang bersembunyi menjadi agak ketakutan. “Apa hebatnya si bocor itu?” pikir mereka dalam hati.

Beberapa saat kemudian tiba-tiba turunlah hujan deras. Suami istri itu segera bangun dari tidurnya.
“Hei, cepat bangun! Si Bocor telah datang. Ayo cepat segera kita siapkan peralatan untuk menangkalnya!” kata sang istri.
”Aduh, Si Bocor ini selalu datang dengan tiba-tiba!” kata suami mengeluh.
Beberapa saat kemudian terdengar suara keributan yang luar biasa dari dalam rumah itu. Mendengar suara rebut tersebut tentu saja serigala dan pencuri menjadi ketakutan. Serigala lalu beranjak berdiri dan lari sekencang-kencangnya. Demikian juga dengan sang pencuri. Ia segera melompat turun dari atap rumah. Kedua-duanya takut bila tertangkap oleh Si Bocor. Namun, ketika sang pencuri melompat ke bawah, secara tak sengaja ia melompat ke atas badan serigala yang hendak lari. Baik sang pencuri maupun sang serigala sama-sama takutnya. Mereka mengira bahwa telah tertangkap Si Bocor. Serigala itu lalu lari sekencang-kencangnya ke dalam hutan. Sang pencuri yang berada di atas punggung serigala pun sekuat tenaga memegang erat telinga serigala, agar ia tidak terjatuh.

Setelah beberapa lama lari, serigala sampai di ujung hutan. Namun benda yang berada di punggungnya itu tak kunjung mau melepaskannya. Ia sangat ketakutan dan hampir putus asa. Ia lalu menerobos masuk ke semak-semak di dekat sebuah pohon yang berlubang di bawahnya. Karena tersangkut oleh semak-semak itu, akhirnya sang pencuri terjatuh dan masuk ke dalam lubang di dalam tanah. “Aduh, sakit!” kata pencuri itu merintih kesakitan. “Tapi syukurlah akhirnya Si Bocor itu mau melepaskan aku juga.” Katanya lagi dalam hati. Pencuri itu lalu memutuskan untuk tinggal di dalam lubang tersebut sampai situasi di luar benar-benar aman.

Sementara itu, serigala terus berlari dan akhirnya tiba di tepi sebuah sungai. Di sungai itu ia bertemu dengan teman-temannya yaitu, kera, kelinci dan harimau. Serigala sangat letih dan kehausan. Setelah minum beberapa teguk air sungai, ia menyapa teman-temannya itu.
“Hei, ada apa denganmu? Kau nampaknya sangat letih dan ketakutan?” Tanya kera.
“Aku baru saja bertemu dengan sesuatu yang sangat menakutkan !” kata serigala.
“Apa itu?” Tanya kera.
“Manusia menyebutnya dengan Si Bocor!”
“Si Bocor?”
“Iya. Dia adalah makhluk yang paling mengerikan yang pernah aku temui selama ini. Manusia juga sangat takut padanya!” Kata serigala.
“Makhluk seperti apa dia?”
“Aku tidak tahu. Tapi aku saja sempat dibuatnya lari terbirit-birit. Apalagi kalian?” kata serigala.
“Aku tidak percaya. Kalau kita hadapi berempat, pasti dia akan kalah!” kata kera.
“Ya. Benar. Tunjukkan kepada kami dimana tempat tinggal Si Bocor itu !” kata harimau dengan sikap menantang.
“Baiklah, aku akan tunjukkan kepada kalian. Tapi tunggu dulu, aku sangat capek sekarang. Nanti sore saja kita pergi mencarinya!” kata serigala dengan mata kuyu.
“Setuju!” kata teman-temannya hampir bersamaan.

Sore harinya mereka berempat pergi ke semak-semak yang ada lubangnya, tempat serigala menjatuhkan Si Bocor tadi pagi.
“Hei, harimau coba kau masukkan ekormu untuk mencari Si Bocor itu!” kata kera.
“Baiklah!” jawab harimau. Lalu ia memasukkan ekornya dan mencari-cari si bocor di dalam lubang. Namun karena ekor harimau tidak cukup panjang untuk menjangkau dasar lubang, maka ia pun tidak menemukan apa-apa.
“Tidak ada apa-apa tuh!” kata harimau.
Baiklah, sekarang akan aku coba mencarinya.” Kata kera.
Pada waktu itu kera Jepang berekor panjang melebihi ekor harimau. Perlahan-lahan kera memasukkan ekornya sampai ke dalam lubang. Sementara itu, pencuri yang tengah tertidur terkejut setengah mati karena ada sesuatu yang melilit lehernya. “Aduh, apa ni?” katanya terkejut. Tanpa pikir panjang ia langsung menarik benda panjang itu kuat-kuat. Sementara itu, sang kera yang merasa ekornya ditarik dari dalam lubang menjerit-jerit kesakitan.
“Waduh, tolong…aku tertangkap Si Bocor!” teriaknya sambil menahan sakit. Wajah kera memerah karena menahan sakityang luar biasa. Karena terjadi tarik menarik antara pencuri dan kera, maka ekor kera itu pun akhirnya putus. Kera, harimau, serigala, dan kelinci lari tunggang langgang meninggalkan tempat tersebut. Sejak saat itu kera di Jepang bermuka merah dan tidak mempunyai ekor lagi. Sedangkan harimau pergi kearah selatan melintasi Laut Jepang menuju daratan Asia. Ia tidak pernah kembali ke Jepang lagi. Sang pencuri pun akhirnya kembali ke desanya. Setelah mengalami pengalaman yang menakutkan itu, ia berjanji untuk tidak mencuri lagi.



monyet Jepang



Catatan :
Cerita ini berjudul asli Furuya no Muru ( Si Bocor dari Rumah Tua) yang berasal dari prefektur Tottori.


Saturday, October 9, 2010

Seijin shiki


Seijin shiki (成人式?, upacara orang dewasa) adalah upacara tahunan yang diadakan pemerintah lokal kota dan desa di Jepang yang mengundang penduduk yang telah mencapai usia 20 tahun untuk merayakan usia yang telah dianggap cukup umur menurut hukum. Acara diselenggarakan di gedung pertemuan, ballroom hotel, atau aula serbaguna milik pemerintah lokal. Acara dimeriahkan dengan pidato, penerimaan cendera mata, jamuan makan, dan foto bersama dengan pejabat lokal.


Di kota-kota besar, upacara diadakan pada Hari Kedewasaan yang jatuh pada hari Senin minggu kedua bulan Januari. Di kota-kota kecil dan desa-desa, penyelenggaraan upacara sering dimajukan di hari-hari awal Tahun Baru untuk memudahkan peserta yang terdaftar di di daerah asal dan kebetulan sedang berada di kampung halaman. Jika hari penyelenggaraan upacara tidak dimajukan, peserta yang tinggal di kota harus kembali lagi ke kampung halaman untuk mengikuti Seijin shiki.

Peserta upacara adalah penduduk yang merayakan ulang tahun ke-20 sehari sesudah upacara tahun lalu hingga hari upacara dilangsungkan. Selain itu, sebagian pemerintah lokal juga mengundang penduduk yang berulang tahun ke-20 pada tanggal 2 April tahun yang lalu hingga 1 April tahun berjalan (mengikuti sistem perhitungan umur yang digunakan sekolah-sekolah di Jepang).


Di hari-hari penyelenggaraan Seijin shiki bisa ditemui pemandangan wanita muda peserta Seijin shiki mengenakan kimono resmi jenis Furisode (jenis-jenis kimono Jepang) dengan rias wajah dan tata rambut hasil salon, sedangkan laki-laki mengenakan setelan kimono model Hakama. Wanita yang tidak ingin direpotkan dengan kimono bisa mengenakan gaun resmi dan pria mengenakan setelan jas.





cantik-cantik dan ganteng-ganteng ya mereka? kimononya juga bagus-bagus banget....!!!!  :)

Sunday, September 12, 2010

Ningyo Joruri



Ningyo Joruri adalah drama boneka yang sekarang lebih dikenal dengan sebutan bunraku. Ningyo joruri berasal dari kata ningyo (boneka) dan joruri (teks drama). Pada awalnya ningyo joruri adalah cerita untuk didengar dan tidak disertai boneka. Barulah setelah dilengkapi boneka, jenis drama ini menjadi sandiwara boneka yang disebut ningyo joruri.
Kelahiran joruri tidak diketahui secara pasti. Diperkirakan pada zaman pertengahan zaman Muromachi akhir pada abad ke-15. Adapun kata joruri berasal dari cerita Joruri Hime Junidan Soshi. Joruri Hime Junidan Soshi adalah kisah percintaan antara Uwashikamuri dengan gadis yang memunyai penginapan Mikawano Kuni Yahagi yang bernama Joruri Hime. Joruri dibawakan dengan cara brcerita dan diiringi musik biwa. Akan tetapi setelah masuknya musik shamisen, musik pengiring joruri berubah menjadi musik shamisen. Pada akhir abad ke-16 atas usaha Menukya Saburo dan Hikita Awajinojo ( penggerak boneka), kisah joruri dilengkapi dengan boneka. Dengan disertainya boneka dalan joruri maka terbentuklah sebuah sandiwara boneka yang disebut ningyo joruri. Pengarang ningyo joruri yang sangat terkenal adalah Chikamatsu Monzaemon.
Ningyo joruri yang lahir di Kyoto berkembang terus sampai ke Edo. Dengan berkembangnya sandiwara boneka ini, lahirlah bermacam-macam aliran melodi yang disebut bushi, misalnya kimpira bushi dan harima bushi. Pada tahun 1666 atas kerjasama yang baik dari pengarang, ningyo joruri menghasilkan bushi yang baik yang disebut gidayu bushi.
Sebagai sistem, kelengkapan ningyo joruri terdiri dari panggung, boneka, lakon, musik, dan dalang.

A. Panggung.
Panggung merupakan tempat pertunjukan boneka, tempat pemain shamisen dan dalang. Luas panggung ningyo joruri kurang lebih 90 meter persegi, dengan panjang panggung 6 ken (kurang lebih 10 meter) dan lebarnya 5 ken (kurang lebih 9 meter). Tempat pertunjukan boneka terdiri dari ruang tengah dan 3 buah tesuri (langkan). Tesuri berguna untuk memperlihatkan boneka ketika ditampilkan. Boneka seolah-olah terlihat berada di atas tanah, tikar, tempat tidur, atau di dalam ruangan tertentu.

B. Boneka
Boneka yang digunakan dalam ningyo joruri memiliki berbagai macam kepala (kashira). Kepala boneka laki-laki dan perempuan dalam berbagai bentuk dan ekspresi wajah digunakan untuk menampilkan beraneka ragam karakter, pekerjaan, status sosial, dan umur.
Kepala boneka tertentu hanya bisa digunakan untuk peran tertentu. Sebagian kepala boneka bisa digunakan untuk berbagai peran dengan memakaikan rambut palsu (wig), atau merias wajah boneka dengan cat. Sebelum bisa dipakai dalam pementasan, wajah boneka dirias dulu dengan cat.
Rambut palsu untuk kepala boneka dibuat secara khusus dan merupakan seni kerajinan tersendiri. Sebagian besar karakter mengandalkan rambut palsu untuk memperlihatkan sifat karakter dan status sosial. Rambut palsu dibuat dari rambut manusia dicampur bulu ekor yak agar terlihat mengembang. Bagian akar rambut palsu disatukan pada lembaran tembaga yang tidak dilekatkan secara permanen pada kepala boneka. Campuran air dan lilin lebah digunakan sebagai perekat agar rambut palsu tidak merusak permukaan kepala boneka.

Jenis kepala boneka
Kepala boneka (kashira) laki-laki
• Bunshichi: kepala boneka dengan ekspresi maskulin laki-laki tampan tapi sudah lama menderita, digunakan untuk tokoh utama cerita tragedi
• Kenbishi: kepala boneka dengan garis mulut yang tegas menandakan kemauan keras, digunakan untuk samurai, orang kota, dan sebagainya
• Ōdanshichi: kepala boneka dengan ekspresi lelaki pemberani
• Darasuke: kepala boneka dengan ekspresi mengejek untuk peran orang jahat
• Yokanpei: kepala boneka dengan wajah buruk untuk peran orang jahat yang komikal
• Matahei: kepala boneka dengan ekspresi rakyat biasa, orang kecil, atau penduduk kota yang jujur
• Kiichi: kepala boneka untuk peran samurai tua dengan hati yang penuh cinta
• Genda: kepala boneka untuk peran laki-laki tampan berumur 20 tahunan
• Wakaotoko: kepala boneka laki-laki remaja untuk kisah cinta
• Kōmei: kepala boneka untuk samurai berusia empat puluhan hingga lima puluhan, secara jelas terlihat berkepribadian halus dan bijaksana
• Kintoki: kepala boneka untuk samurai yang kuat dan berperasaan dalam cerita jidaimono.

Kepala boneka perempuan
• Musume: kepala boneka perempuan belum kawin berusia 14 atau 15 tahun dengan ekspresi murni tanpa dosa
• Fukeoyama: kepala boneka yang digunakan untuk berbagai peran wanita berusia dua puluh tahunan hingga empat puluh tahunan.
• Keisei: kepala boneka paling cantik untuk peran wanita penghibur kelas tinggi yang sensual

Mekanisme penggerak
Bahan untuk kepala boneka adalah kayu dari sejenis pohon Hinoki (Chamaecyparis obtusa). Kepala boneka berongga di bagian dalam yang merupakan hasil penggabungan bagian muka dan bagian belakang kepala. Kepala boneka dibuat dengan cara membelah kepala boneka menjadi dua bagian dan mengerok sisa kayu yang terdapat di bagian dalam.
Pada bagian wajah boneka, terdapat mekanisme untuk menggerakan alis, bulu mata, dan bibir ke atas dan ke bawah. Sedangkan di bagian mata terdapat mekanisme untuk menggerakkan bola mata ke kiri dan ke kanan. Tali untuk menggerakan alis dan mata melewati rongga di kepala boneka. Mekanisme penggerak juga terdapat pada masing-masing kaki dan lengan.

C. Lakon
Lakon ningyo joruri terdiri dari jidaimono dan sewamono.
1) Jidaimono.
Jidaimono adalah lakon ningyo joruri yang membawakan cerita-cerita dari zaman Heian sampai zaman Muromachi, zaman berperangnya bangsawan-bangsawan.
2) Sewamono.
Pada sewamono ceritanya lebih bersifat kontemporer dengan menonjolkan kisah kehidupan sehari-hari dai lingkungan masyarakat pedagang dalam zaman Edo.

D. Shamisen (Musik Bunraku)

Shamisen adalah sebuh alat musik yang melengkapi teater ningyo joruri dan mengiringi dalang dalam membawakan cerita. Alat musik ini berbentuk gitar yang memunyai alat petik berdawai tiga. Shamisen ini dipetik dengan alat yang namanya baci.

E. Tayu (Dalang)
Hidup atau tidaknya teater boneka bergantung pada dalang delam membawakan cerita. Dalang dalam bercerita harus dapat membedakan suara antara suara laki-laki dengan suara perempuan, orang muda dengan suara orang tua, orang baik dengan suara orang jahat, dan lain-lain. Juga harus dapat menggunakan berbagai macam aksen dan intonasi pada waktu mengekspresikan karakter atau perasaan hati dari tokoh yang ditampilkan.

Biografi Chikamatsu Monzaemon



mau penghasilam tambahan dari internet?
klik disini


Chikamatsu adalah seorang penulis drama. Dia merupakan salah satu dari tiga sastrawan Jepang pada tahun Genroku (zaman pramodern). Dua sastrawan lain adalah Matsuo Basho, penyair dan Ihara Saikaku, penulis novel. Chikamatsu juga dikenal sebagai Shakespeare-nya Jepang. Selain sebagai penulis ningyo joruri (sandiwara boneka Jepang), dia juga merangkap sebagai penulis kabuki. Nama sesungguhnya dari Cikamatsu Monzaemon adalah Suginomori Nobumori. Dia berasal dari keluarga samurai. Ayahnya, Nobu Tada, adalah abdi dalem keluarga Matsuhira Tadamasa. Chikamatsu lahir di Echizen pada tahun 1653 dan meninggal pada tahun 1724. Setelah ayahnya tidak bekerja lagi, dia pindah ke Kyoto sampai berumur sebelas tahun. Untuk membantu ayahnya yang sudah tidak bekerja lagi, dia bekerja pada keluarga bangsawan yang bernama Akiyoshi. Dengan bekerja di keluarga bagsawan, chikamatsu mendapatkan kesempatan memperdalam kesusastraan klasik. Kesempatan inilah yang membuat Chikamatsu ahli menulis kalimat dalam bentuk yang indah. Dari sinilah dimulai debut Chikamatsu dalam menulis naskah drama. Karya Chikamatsu pada teater kabuki berjumlah 40 judul dan pada ningyo joruri 114 judul. Riwayat Chikamatsu sebagai penulis drama terdiri dari empat periode.

1. Periode pertama (1683 – 1686) dari umur 31 sampai 33 tahun: selama periode tersebut hanya satu lakon yang dihasilkan, yaitu Yotsugi Soga. Periode ini disebut periode latihan.

2. Periode kedua (1686 – 1692) dari unur 34 sampai 40 tahun. Periode ini adalah periode pembaharuan. Dalam periode ini ia membuat karya drama yang bersifat liris yang sebelumnya bersifat prose dan syair. Karya pertama dari periode pembaruan adalah Shussei Kagekiyo. Lakon tersebut merupakan merupakan batas antara periode Ko Joruri (joruri lama) dengan periode Shin Joruri (joruri lama). Karya yang terkenal pada periode ini antara lain Batsumon Mayasa, Imagenji Rokujitsuyo, Keisei Awanonaruto, Daimyo Nagusami Soga, Isshin-nin Kabiyakudo, dan Keise Mibudainenbutsu.

3. Periode ketiga (1692 - 1704) dari umur 41 sampai umur 52 tahun. Karya-karyanya yang terkenal adalah Sonezaki Shinju, Horikawa Naminotsuzumi, Shinjo Kasaneizutsu, Fudokishusseino Takinoboru, Medono Hikkyaku dan Yugiri Awanonaruto.

4. Periode keempat (1705 – 1724) dari umur 53 sampai 72 tahun. Karya Chikamatsu pada akhir hayatnya disebut juga Enjuku (periode yang sudah mencapai titik kematangan). Pada periode ini dia banyak menghasilkan karya-karya yang bagus, antara lain, Kokkusen Yakkasen, Nihon Furisode Hajime, Soga Keikazan, Hakatajoro Namimakura, Heike Nyogoshima, Futago Sumidagawa, Shinju Ten-no Amijima, Onnagoroshi Aburajigoku, Shinjukawashima Kassen, dan Shinju Yoigoshi.

mau penghasilan tmbahan dari internet? Binis online yang berbeda dari bisnis online yang lain.
Klik di sini

Saturday, September 4, 2010

Kokologi 2

Kokologi on Love test



1. Kamu sedang berjalan ke rumah cewek/cowok kamu. Ada 2 jalan menuju kesana. Ada Jalan yang pendek dan cepat sampai dan jalan yang berliku namun penuh dengan pemandangan indah. Jalan mana yang kamu pilih? (jalan berliku tp pemandangan indah)


2. Di jalan kamu melihat 2 keranjang mawar, yang satu penuh dengan mawar putih dan yang satunya dipenuhi dengan mawar merah. Kamu memutuskan merangkainya untuk cewek/cowok kamu. Kombinasi apa yang akan kamu buat? Dominan mawar putih atau mawar putih? ( 50;50 dunk. Kan seimbang n adil)


3. Akhirnya kamu sampai kerumah cewek/cowok kamu. Kamu memencet bel dan pembantunya yang menjawab. Apa yang kamu lakukan? Bertanya langsung kepada sang pembantu kemana cewek/cowok kamu atau kamu hanya bertanya dalam hati? (dalam hati aja,, males nanya :p)


4. Sekarang kamu berada di kamar cewek/cowok kamu. Gak ada siapapun disana. Kamu memutuskan untuk meninggalkan seikat mawar disana. Dimana kamu akan menaruhnya? Ditempat tidur atau di sisi jendela? (di tempat tidur)


5. Kemudian sekarang saatnya kamu tidur.Kamu dan cewek/cowok kamu tidur di tempat yang terpisah. Saat kamu bangun pagi dan melihat keadaan cewek/cowok kamu, apa yang kamu dapati? apakah dia sudah bangun atau belum? (belum bangun)

6. Waktunya pulang ke rumah. Kamu melewati jalan yang berbeda dengan waktu kamu berangkat. Ada jalan yang biasa saja namun cepat sampai rumah tapi lewat kuburan dan ada jalan yang berbelok-belok dan lama sampai di rumah tapi lewat taman bunga. Jalan mana yang kamu pilih? (yang lewat taman bunga dunk, ,, biarin lama yang penting gak lewat kuburan)

Saatnya Cek Pilihan Kamu !

1. Klo yang kamu pilih jalan yang pendek dan biasa aja, itu artinya kamu gampang jatuh cinta. Klo jalan yang berliku namun indah yang jadi pilihan kamu, berarti kamu adalah tipe orang yang membutuhkan waktu untuk jatuh cinta. Perlu pemikiran, perjuangan, dan pastinya keyakinan.

2. Bunga mawar yang emang identik dengan bunga cinta bisa jadi tolak ukur seberapa besar kamu menghargai suatu hubungan. Klo kamu dominan warna putih, itu artinya kamu tipe pemberi. Sementara kalo dominan warna merah kamu tipe penerima tuh!

3. Klo pilihan kamu bertanya kepada sang pembantu, kamu tergolong orang yang melibatkan orang lain dalam hubungan kamu . Tapi klo kam

u lebih suka menanyakan pada dirimu sendiri kemana cewek/cowok kamu, kamu tergolong orang yang menyelesaikan segala sesuatunya sendiri termasuk klo ada masalah sama hubungan kamu.

4. Tempat menaruh mawar yang kamu pilih

dapat digambarkan seberapa sering kamu memperhatikan cewek/cowok kamu . Pilihan tempat tidur tertanda kamu ingin melihat pujaan hati kamu setiap hari, sesering mungkin. Sementara menaruh mawar d

i jendela berarti kamu tipe orang yang tidak keberatan bila dalam sehari tidak melihat sang pujaan hati. Cukuplah seminggu sekali

.

5. Saat kamu masuk ke kamar cewek/cowok

kamu dan melihatnya masih tertidur kamu termasuk orang yang bisa menerima dia apa adanya . Tapi klo kamu menemukan dia telah terbangun, berarti kamu berharap dia akan berubah untuk kamu.


6. Pilihan jalan pulang yang lama menandakan kam

u tipe orang yang menjaga suatu

hubungan . Sementara jalan yang cepat berarti kamu orang yang juga cepat mengakhiri suatu hubungan.


Ketika sedang menyetir mobil di jalan dalam keadaan hujan,kamu melihat :

1. Nenek-nenek yang tampaknya sedang sakit parah

2. Teman yang pernah menyelamatkan nyawa kamu

3. Gebetan / pujaan hati .

Kamu cuma bisa memilih 1 orang untuk menumpang di mobil . manakah yang akan kamu bawa? konon, pertanyaan ini sering ditanyakan ketika interview kerja untuk mengetes kepribadian seseorang.

hayoooo… siapa yang akan kamu bawa ???

jawaban yang tepat adalah :

memberikan kunci mobil kepada teman baik kamu, agar dia bisa membawa nenek-nenek itu ke rumah sakit. dan kamu sendiri tinggal disana bersama sang pujaan hati. (halah... jawaban yang aneh. Tapi enak juga hujan2 berduaan ma si gebetan. HUuhhh.......so sweeeeeeeet..)


Manakah binatang dibawah ini yang membawa kabar baik dan manakah yang membawa pertanda buruk? Pilih binatang yang berbeda untuk masing2 pertanyaan.

1. Harimau.

2. Anjing.

3. Domba.

4. Burung Beo.

5. Kura-kura.


Udah siap dengan jawabannyaa? yuk mari..

Dalam cerita ini binatang yang dipilih sebagai pembawa pesan kebahagiaan mewakili tipe orang yang dianggap sebagai pasangan ideal. Sedangkan binatang pembawa pesan buruk adalah tipe yang dikhawatirkan akan menarik kamu ke dalam kesulitan.

1.Harimau.

* kabar baik :

kamu melihat diri sendiri paling senang dengan pasangan yang ambisius dan kuat, memiliki kegigihan tekad untuk menguasai.

* Kabar buruk :

KAmu takut mendapatkan pasangan kejam yang sombong seperti raja hutan dan menggeram jika diminta untuk saling bekerja sama mengurus rumah tangga.


2.Anjing.

* kabar baik :

Kesetiaan yang tidak diragukan dan pengabdian penuh adalah hal2 yg paling kamu cari dari pasangan.

* Kabar buruk :

kamu sama sekali tidak cocok dengan mereka yang berusaha menyenangkan smua orang dan resah dengan yang mungkin dipikirkan orang laen.


3.Domba.

* kabar baik :

Kamu melihat kunci kepuasan ada pada pasangan yg penuh kehangatan.

* Kabar buruk :

kamu takut berakhir dengan pasangan yang membosankan dan menghabiskan waktu setiap hari dengan memandang orang yang sama.


4.Burung Beo.

* kabar baik :

Tidak ada yang lebih cocok untuk Kamu daripada pasangan yang suka bicara dan menyenangkan serta tahu bagaimana membuatmutertawa.

* Kabar buruk :

Tidak ada yang paling buruk bagi kamu daripada pasangan malas yang sangat tidak suka bekerja.


5.Kura-Kura.

* kabar baik :

Pasangan sempurna kamu memiliki sifat serius, bisa diandalkan, dan selalu ada saat diperlukan.

* Kabar buruk :

Kemungkinan menghabiskan waktu dengan pasangan yang lamban dan kurang pandai adalah mimpi buruk.

Kokologi

kokologi berasal dari kata kokoro yang artinya pikiran,semangat,perasaan, dan kata logia yang artinya ilmu. Jadi kokologi adalah ilmu yang mendalami dan mengembangkan pikiran. kokologi berawal dari permainan kuis psikologi paling populer di Jepang dan sekarang menjadi metode psikotes terbaru yang menyebar luas di amerika, australia, asia, dan seluruh dunia. Kuis tersebut dirancang unutk menyingkap emosi dan sifat tingkah laku seseorang,istilah populer untuk tingkah laku manusia atau respon situasional.
Dan katanya, kokologi adalah cerminan dari hati kita. Masa' sih? Coba aja. di bawah ini udah aku cariin contoh tes kokologi selain yang di atas tadi.
Ikutan main juga ah,,,,
Selamat mencoba...!


I

1. Di suatu hari yang cerah, kamu sedang berjalan kaki ke suatu daerah yang belum pernah kamu kunjungi sebelumnya dan terkagum-kagum melihat sebuah rumah di seberangnya. Tapi, kenapa ya pintu depannya setengah terbuka?

A. Jangan-jangan rumah itu dirampok!

B. Wah, pemiliknya lupa mengunci pintu tuh!

C. Paling pemilik rumahnya ada di dalam, sedang menyapu pintu masuk


2. Sebuah cangkir keramik putih polos siap kita hias dengan lapisan cat warna biru. Pola seperti apa yang akan kamu pilih?

A. Garis-garis

B. Bulat-bulat

C. Garis berombak

D. Kotak-kotak seperti papan catur


3. Kita sedang membayangkan diri kita memakai parasut dan sedang menikmati detik demi detik melayang turun di angkasa. Pemandangan seperti apa yang kamu lihat dari atas sana?

A. Hamparan padang rumput berhias bunga-bunga cantik

B. Dari kiri ke kanan, yang terlihat cuma tumpukan berbatu

C. Wow, ada binatang liar super ganas yang sudah siap menyambut kita dengan mulut terbuka!

D. Sebuah sungai yang mengalir…


4. Saat tersesat di hutan seharian, dan kelaparan, apa yang kamu lakukan ketika menemukan sebuah rumah yang terbuat dari permen?

A. Mulai makan apa saja yang terlihat di depan mata

B. Wajib mencoba sebanyak mungkin permen yang ada

C. Begitu menemukan permen kesukaan, baru kita mengisi perut dan tidak tertarik menjamah permen lain.

D. Gawat, kita gak suka permen dan lebih suka keripik kentang!


Siap dengan jawaban kamu???

Jawaban:

1. Membayangkan kenapa sebuah pintu terbuka berhubungan dengan cara kita bereaksi terhadap keadaan darurat.

A. Menggambarkan orang yang tidak sempat panic karena sibuk mencari solusi

B. Orang yang sangat santai, bahkan dalam situasi genting

C. Orang yang walaupun terlihat santai tapi tidak pernah lengah.

2. Pola yang kita pilih menggambarkan hubungan kita dengan orang lain.


A. Garis-garis: bisa memecahkan masalah dengan cepat dan tajam, tumpuan harapan dalam kesulitan.

B. Bulat-bulat: menunjukkan kemampuan artistic bahkan eksentrik, sedikit aneh tapi sering memiliki jawaban unik untuk pemecahan masalah.

C. Garis berombak: punya segudang cinta untuk disebarkan pada semua orang di sekitarnya

D. Kotak papan catur: selalu tampak seperti punya waktu dan perhatian untuk dibagikan kepada semua orang sehingga melupakan masalah sendiri.


3. Pemandangan ini adalah bayangan tingkat optimisme dan pesimisme kita dalam hidup.

A. Menunjukkan tingginya rasa optimis

B. Menggambarkan sikap yang selalu waspada

C. Tidak pernah melewatkan kesempatan untuk tertawa bahkan saat ditimpa masalah.

D. Terlalu sibuk berpikir dan lebih memanfaatkan energi yang ada untuk bersiap menyambut apapun yang akan terjadi.


4. Reaksi kita pada rumah permen menunjukkan sikap kita dalam persahabatan.

A. Polos seperti anak kecil, sehingga mudah dimengerti dan diterima orang lain, walaupun gampang ditipu juga.

B. Tidak keberatan bertemu banyak orang, tapi belum tentu bersedia berhubungan lebih dalam dengan seseorang.

C. Membatasi diri, sudah cukup bila menemukan satu orang dengan minat dan selera yang sama.

D. Berusaha terlihat berbeda termasuk dalam memilih teman.


II

1.Suatu hari ada seekor burung tiba-tiba masuk kerumah kamu dan

terperangkap didalamnya, kamu pun berniat untuk memeliharanya, namun ada suatu keanehan yang terjadi pada burung tersebut. pada hari pertama warna burung tersebut berubah dari biru menjadi kuning, hari kedua berubah lagi dari kuning menjadi merah terang, hari ketiga berubah lagi menjadi hitam. dan coba pikirkan akan berubah menjadi warna apakah burung tersebut di hari berikutnya, coba pilih salah satu…..

1. Tetap Hitam.

2. kembali menjadi warna biru.

3. menjadi warna putih.

4. menjadi warna emas.


2.Bayangkan kamu ada disebuah dataran dengan langit yang begitu biru,

dan sekali lagi bayangkan sebuah tempat dimana kamu merasa nyaman dan tentram,

Pilih salah satu dari 4 tempat dibawah ini…

1. dataran yang dipenuhi salju putih.

2. lautan biru.

3. gunung yang hijau.

4. padang yang dipenuhi bungan bewarna kuning.

Jawaban

1)

1. Burung tetap bewarna Hitam.

Menggambarkan bahwa kamu adalah seorang yang memilik pandangan

yang pesimis.

Apakah kamu cenderung percaya bahwa sekali situasi menjadi buruk,

maka tidak akan kembali normal? mungkin kamu harus mencoba berpikir,

”jika situasi sudah sangat buruk, maka tidak akan berubah menjadi lebih buruk

lagi. ingatlah tidak ada hujan yang tak berhenti. dan tidak ada malam yang

terus gelap dimana tidak ada fajar”.


2. Burung berubah kembali menjadi biru.

Menggambarkan bahwa kamu adalah seorang yang Optimis. Kamu

percaya bahwa hidup adalah campuran dari baik dan buruk. tidak ada

gunanya melawan kenyataan. Kamu menerima kemalangan dengan tenang dan

membiarkan segala sesuatunya berjalan sesuai dengan jalur tanpa stres dan

kuatir. harapan ini membuat kamu menjalani gelombang kemalangan tanpa terhanyut

didalamnya.


3. Burung berubah menjadi Putih.

Mereka yang mengatakan bahwa burung akan berubah warna menjadi putih

adalah orang tenang dan tegas dibawah tekanan.

kamu tidak perlu menghabiskan waktu hanya untuk resah dan tidak

mengambil keputusan ketika krisis timbul. jika situasi memburuk, kamu merasa

lebih baik membuang kekalahan dan mencari cara baru mencapai sasaran daripada

berhenti dalam kesedihan yang tak perlu. pendekatan proaktif ini berarti segala

sesuatu secara alami berjalan dengan lancar.


4. Burung berubah menjadi warna Emas.

Meraka yang berkata burung akan berubah menjadi warna emas,adalah seseorang

yang tidakmemiliki rasa takut. Kamu tidakmengenal tekanan. bagimu, setiap

krisis adalah sebuah kesempatan. Kamu dapat

dibandingkan dengan Napoleon, yang berkata “…Mustahil : Kata itu

bukan bahasa perancis.” tapi berhati-hatilah untuk tidak membiarkan kepercayaan

diri yang tidak terbatas mengalahkanmu.

ada batas yang tipis antara tidak memiliki rasa takut dan membabi

buta.


2)

1. Dataran yang dipenuhi salju Putih.

kamu diberkati oleh sensitivitas khusus yang membuat kamu mengerti dengan

pandangan sekilas dan menguraikan masalah yang rumit tanpa membutuhkan bukti

atau penjelasan. Kamu memiliki kemampuan untuk membuat keputusan dan bahkan

menjadi seorang Visioner.

percayailah selalu intuisi kamu yang pertama, mereka akan menuntun

dengan baik.


2. Lautan Biru

KAmu memiliki bakat alami untuk hubungan antar pribadi.

orang-orang menghormati kemampuan anda berkomunikasi dengan orang

lain dan cara anda membantu bermacam-macam kelompok bersama-sama. hanya dengan

berada disana,kamu membantu orang lain bekerja dengan lebih lancar dan

efisien, membuat anda menjadi seorang anggota yang sangat berharga dalam suatu

proyek atau tim. Ketika anda berkata ” bagus. teruskan kerja kamu yang baik,”

orang-orang tahukamu mengatakan yang sebenarnya. jadi kata-kata itu sangat

berarti bagi mereka yang mendengarkannya.


3. Gunung Yang Hijau.

Bakat kamu adalah berkomunikasi yang ekspresif. Kamu selalu dapat menemukan

kata-kata untuk mengekspresikan apa yang dirasakan.

orang-orang segera menyadari itu juga sama persis dengan yang mereka

rasakan. mereka berkata bahwa berbagi kebahagiaan semakin menjadi

berlipat ganda, sementara berbagi duka membuat kita semakin terpisah. kamu

nampak selalu dapat menolong orang lain dan menemukan sisi yang benar dalam

komunikasi.


4. padang yang penuh dengan bunga berwarna Kuning.

kamu adalah sumber pengetahuan dan kreativitas, penuh dengan

gagasan dan potensi yang hampir tak terbatas. tetaplah menyesuaikan diri

terhadap perasaan orang lain dan jangan pernah berhenti membangun mimpi. tidak

ada apapun yang tidak bisa Kamu capai.

Wednesday, August 25, 2010

Belajar Bahasa Jepang Dengan Software Wakan



Sebagai sebuah tool untuk belajar bahasa Jepang, software ini bisa digambarkan dengan cukup satu kata: versatile.

…benarkah? benar, kok. silakan melanjutkan membaca entry ini kalau anda penasaran.

jadi, kali ini saya akan menulis mengenai WaKan. sebuah software yang, kalau bisa dibilang, lebih dari cukup memadai sebagai sarana belajar bahasa Jepang. anda pembaca yang sedang-atau-akan mempelajari bahasa Jepang mungkin akan menemukan software ini sebagai tool yang berguna… atau mungkin, anda sendiri malah sudah menggunakannya untuk waktu yang lama. :mrgreen:

cukup dulu pengantarnya, langsung saja kita mulai.

1. sekilas info

WaKan adalah sebuah software dengan kemampuan utama sebagai kamus bahasa Jepang-Inggris dan sebaliknya. meskipun demikian, kemampuannya tidak terbatas sebagai sebuah kamus; WaKan juga mampu mendukung dalam proses pembelajaran dan penulisan huruf kanji tanpa menggunakan IME[1] secara terpisah.

WaKan dikembangkan dalam WaKan Project, dan dapat di-download dengan lisensi freeware di website-nya.


2. prerequisites…

WaKan dikembangkan sebagai tool untuk membantu anda sebagai pembelajar tingkat beginner-intermediate. ada beberapa prerequisites yang harus dipenuhi untuk bisa menggunakan software ini dengan maksimal, jadi tidak bisa langsung mulai dari nol, sih.

secara teknis, software ini tidak membutuhkan spesifikasi yang aneh-aneh. hanya saja, anda perlu mengaktifkan East Asian Language Support di OS. setting ini dibutuhkan agar karakter dari huruf-huruf yang sesuai dapat ditampilkan dengan baik. spesifikasi hardware sederhana saja; memori 128 MB dan resolusi 1024×768 cukup memadai untuk menjalankan software ini dalam kapasitas maksimalnya.

sekarang, dari sisi anda sebagai pembelajar. di sini, ada dua hal yang perlu diperhatikan sebelum anda mulai.

pertama, anda harus menguasai bentuk tulisan hiragana dan katakana. hal ini diperlukan, sebab anda akan banyak sekali berhadapan dengan kedua jenis huruf ini. sebagai contoh, kamus dalam WaKan mengembalikan hasil dalam bentuk hiragana dan katakana, walaupun anda bisa memasukkan query[2] dalam huruf latin.

kedua, anda setidaknya perlu sedikit memahami struktur dasar kosa kata dalam bahasa Jepang. ini penting, karena anda perlu mengetahui bentuk dasar (baca: ‘bentuk kamus’) dari suatu kata kerja. WaKan sendiri menyediakan bantuan soal ini, tapi anda bisa mendapatkan hasil yang misleading tanpa pemahaman minimal yang memadai.

…sudah siap? sekarang, mari kita lihat selintas tentang software ini.

3. dictionary, tentu saja

WaKan menyediakan menu kamus yang cukup convenient; proses loading terhadap query dilakukan secara real-time, tergantung kata yang dimasukkan. sebagai contoh, misalnya ketika anda memasukkan kata ‘ikaga’ (= ‘how…?’), maka terjemahan untuk kata ‘ika’ (= ‘doctor’, ‘medical’) akan ditampilkan ketika anda masih setengah jalan. cukup ergonomis, terutama ketika anda tidak terlalu yakin mengenai ejaan dari suatu kata yang dicari.



dictionary pada WaKan: perhatikan antara bentuk dasar dan bentuk pada query. perlu sedikit pemahaman awal agar tidak misleading.

salah satu feature lain dari kamus yang ditampilkan oleh WaKan adalah kemampuannya untuk menemukan berbagai bentuk kata. sebagai contoh, pada screenshot di atas diberikan query ‘kaeritai’ (= ‘want to go home’), namun hasil yang dikembalikan meliputi kata dasar ‘kaeru’ (= ‘to go home’, ‘to return’) dengan kanji yang berbeda.

hal ini sangat membantu kalau anda agak bingung dengan struktur dan bentuk kata dasar (misalnya ‘-masu’, ‘-nai’, ‘-itai’, dan sejenisnya), tapi awas! anda harus memperhatikan dengan teliti kata mana yang dimaksud oleh hasil yang diberikan. pemahaman akan huruf hiragana akan sangat membantu di bagian ini, demikian juga sedikit pemahaman tentang struktur kata. ini penting, karena anda bisa saja mendapatkan makna yang misleading tanpa pemahaman tersebut.

4. characters, untuk belajar kanji

selain kamus, WaKan juga menyediakan menu untuk mempelajari huruf kanji, termasuk cara membaca karakter yang bersesuaian. ejaan dengan on-yomi dan kun-yomi[3] juga disertakan, jadi tidak sekadar makna dari suatu karakter.


characters menu: arahkan mouse ke satu karakter kanji, dan POP! keluarlah sebuah popup yang sangat membantu. jangan lupa feature search yang sangat komprehensif.

feature yang tidak boleh dilewatkan dari menu ini adalah menu search yang sangat komprehensif. anda bisa melakukan search dengan kriteria pengucapan on-yomi dan kun-yomi, bahkan sampai penggolongan level JLPT![4]

untuk anda yang sedang mempelajari tentang kanji dan cara membacanya, bagian ini tidak boleh dilewatkan. tentu saja, sebelumnya anda harus sudah menguasai huruf hiragana (terutama untuk membaca kun-yomi) dan katakana (untuk on-yomi)… tapi mengasumsikan bahwa kedua hal tersebut telah dipelajari sebagai prasyarat sebelum belajar kanji, seharusnya tidak ada masalah dengan bagian ini.

5. editor/translator, the fun begins here

sejujurnya, ini bagian yang paling saya sukai dari WaKan. di sini, anda bisa menuliskan apapun yang anda mau dalam bahasa Jepang, lengkap dengan kanji yang tersedia kalau anda mau menggunakannya. sebagai tambahannya, disediakan juga tampilan cara membaca kanji yang dituliskan, dalam bentuk huruf hiragana yang lebih kecil. needless to say, sangat membantu dalam proses belajar menuliskan kalimat dengan kanji.



di bagian ini, bisa dibilang sudah seperti text editor untuk memasukkan huruf hiragana/katakana/kanji. di sini, diberikan juga segmentasi warna yang dilakukan untuk memisahkan antara kata dan partikel. tidak perlu pengetahuan mendalam untuk sekadar bisa menuliskan apa yang ingin anda sampaikan dengan kanji… tapi seperti halnya segala sesuatu, sedikit pemahaman akan membantu sebagai awalan.

tentu saja, anda harus memiliki pengetahuan mengenai kosa kata dan grammar dalam bahasa Jepang untuk bisa menuliskan kalimat dengan benar di sini. idealnya sih, penguasaan cukup mendalam soal grammar dan sedikit pemahaman akan kanji dibutuhkan untuk menggunakan bagian ini dengan maksimal. meskipun demikian, sedikit penguasaan kosa kata dan sedikit penguasaan untuk grammar bisa menjadi awalan untuk main-main di bagian ini.

6. vocabulary, untuk pembelajaran lebih terstruktur

bagian ini memfokuskan dalam drilling pemahaman anda akan kosa kata — atau lebih spesifik lagi, mengenai penulisan (written), pengucapan (phonetic), dan makna (meaning) dari setiap kata. fokus dari masing-masing jenis latihan bisa anda tentukan melalui menu learning list di sini, jadi memudahkan untuk pembelajaran yang lebih terstruktur.



bisa dikatakan, bagian ini bisa digunakan untuk tingkat pembelajaran awal-menengah (beginner-intermediate), dengan sifat yang lebih ke arah drilling. bagian ini cocok untuk pemula yang masih mencari arah ketika mulai belajar, namun di sisi lain juga cukup cocok digunakan sebagai media pembelajaran sekunder untuk anda yang sudah lebih maju.

7. overall…

WaKan adalah sebuah tool yang versatile untuk belajar bahasa Jepang. tentu saja, WaKan tidak bisa digunakan sendirian; anda perlu mempelajari grammar secara terpisah, demikian juga penerapan dalam percakapan harus dipelajari sendiri. hal ini juga mengingat bahwa WaKan dikembangkan sebagai sebuah ‘kamus dengan fungsi-fungsi tambahan’ untuk belajar bahasa Jepang.

meskipun demikian, WaKan adalah ’senjata’ yang lebih dari cukup memadai apabila anda sudah memiliki kemampuan dasar yang dibutuhkan… yah, tapi ini tergantung niat juga, sih. lisensi berupa freeware juga menjadi nilai tambah bagi software ini, khususnya mempertimbangkan performance yang jauh di atas lumayan untuk kelasnya.

overall, software ini seharusnya lebih dari cukup mampu untuk menemani perjalanan anda dalam mempelajari dan menggunakan bahasa Jepang — khususnya apabila anda memang mempelajari bahasa Jepang secara mandiri.

well then, shall we call it a day? :wink:

___

[1] IME (input method editor) adalah program atau tool untuk memasukkan input karakter yang tidak tersedia di keyboard. biasanya digunakan dalam sistem operasi untuk mendukung bahasa seperti Jepang, Cina, atau Korea.

[2] query di sini maksudnya input kata yang dimasukkan untuk dicari padanannya. sama sekali tidak berhubungan dengan query untuk database management system. :mrgreen:

[3] on-yomi dan kun-yomi maksudnya cara membaca kanji. penggunaannya berbeda, on-yomi biasanya untuk kata-kata dengan kanji gabungan (misalnya ‘daigaku’ = kanji ‘dai’ + kanji ‘gaku’). kun-yomi biasanya digunakan untuk kanji yang berdiri sendiri (misalnya ‘hitori’ = kanji ‘hito’ + hiragana ‘ri’). sebenarnya nggak sesederhana itu juga sih, tapi kira-kira begitulah.

[4] Japanese Language Proficiency Test. di sini maksudnya level kanji yang harus dikuasai untuk satu tingkatan. tingkatannya mulai dari JLPT level 4 (paling mudah, commonly used) sampai JLPT level 1 (paling sulit








Jejak Kaki Yang Terhapus Salju






Kisah ini terjadi pada saat musim dingin telah tiba. Saat itu tanggal 23 November, salju turun tipis di sore hari. Seorang pendeta Budha yang sedang dalam perjalanan hendak singgah ke sebuah desa yang sangat miskin. Setiap rumah telah diketuknya untuk meminta kesediaan mereka mengizinkan dirinya tinggal barang semalam saja di rumah mereka. Namun tak satu pun rumah mau membuka pintu untuk sang pendeta. Akhirnya sampailah sang pendeta di rumah yang kelihatannya paling miskin di dekat jembatan. Ternyata penghuninya adalah seorang nenek.

“Silakan masuk ke dalam. Rumah ini sangat kecil dan tidak ada apa-apa di dalamnya. Tetapi kalau hanya menginap semalam saja, silakan!” kata nenek.

Rumah nenek benar-benar kecil dan hampir tidak ada perabotan sedikit pun. Saat itu, nenek juga tidak mempunyai makanan sedikit pun. Di tungku perapian juga tidak ada api setitik pun. Sang pendeta pun masuk ke rumah sang nenek dan segera duduk di perapian yang tidak ada apinya itu.

Di luar benar-benar sangat dingin. Salju pun masih turun meskipun tidak terlalu besar. Melihat sang pendeta yang diam bersemedi di hadapan perapian itu, sang nenek pun menjadi salah tingkah. Ia sudah tidak mempunyai apa-apa untuk dihidangkan pada sang pendeta. Dalam kebingungannya, nenek pun pergi keluar menuju sebuah lumbung padi milik tetangga yang kaya. Diambilnya beberapa batang padi lalu pergi ke kebun untuk mengambil beberapa batang lobak. Sejenak nenek berpikir bahwa ia telah meninggalkan jejak kaki di atas salju. Mungkin keesikan harinya perbuatannya akan ketahuan juga oleh pemilik lumbung dan kebun lobak itu. Namun, biarlah apa yang terjadi besok akan ia hadapi besok saja. Ia sangat kasihan melihat Sang Pendeta yang nampaknya letih karena telah berjalan jauh. Sang Nenek pun kemudian pergi ke dalam hutan untuk memotong beberapa ranting dan dahan pohon kering. Setelah itu ia pulang kembali ke rumahnya.

Segera sang nenek menyalakan api di perapian lalu menumbuk padi itu hingga menjadi beras. Memotong lobak lalu memasaknya hingga menjadi nasi dan sup yang lezat. Beberapa saat kemudian nenek sudah dapat menghidangkan masakan tersebut.
“Silakan makan. Tentunya pendeta juga sudah lapar kan?” kata nenek membangunkan Sang Pendeta. Sang Pendeta pun akhirnya makan hidangan tersebut dengan nikmatnya.
“Terima kasih, Nek. Sepertinya malam ini akan turun hujan salju yang lebat!” kata Sang Pendeta sambil mengakhiri santap malamnya. Setelah itu, baik Nenek maupun Sang Pendeta pun tertidur.
Keesokan harinya, sebelum pergi meneruskan perjalanannya sang pendeta berkata, “Semoga mulai hari ini berkat dari sang Budha selalu melimpahi kehidupanmu, Nek!” Dan Pendeta pun pergi melanjutkan perjalanannya.
Ternyata semalam benar-benar turun salju dengan lebatnya. Jejak kaki Nenek di kebun dan lumbung tetangganya pun sudah hilang tertutup oleh salju. Dan sejak saat itu kehidupan sang Nenek yang baik hati itu pun benar-benar penuh dengan berkah. Ia tidak pernah lagi kekurangan makanan. Dan ia pun tetap selalu mau menolong orang yang sedang kesusahan. Sang Pendeta Budha yang telah mengunjungi rumah sang nenek itu sesungguhnya adalah pendeta besar Budha di Jepang.


Catatan: Cerita ini berjudul asli Ato-kakushi no yuki ( Jejak kaki yang tertutup salju) yang berasal dari Prefektur Hiroshima

Saturday, August 7, 2010

Biografi Matsuo Basho


-->
Matsuo Basho 松尾芭蕉
(1644-1694)
Matsuo Munefusa, juga dikenal sebagai Matsuo Bashō. Dia adalah seorang penyair Jepang. Ia dikenal sebagai pencipta haiku terbesar, yaitu bentuk puisi dalam 5-7-5 suku kata. Menurut budaya sastra Jepang, biasanya ia dipanggil Basho tanpa nama marganya, karena tanda tangannya sebagai penyair tidak menyertakan nama marganya. Ia biasanya membubuhkan tanda tangan はせを. Ia juga merupakan salah satu penulis terbesar pada era Edo, dan ia mengangkat bentuk haiku ke tingkat tertinggi.
Matsuo Basho dilahirkan Kinsaku di sekitar 1644, suatu tempat di dekat Ueno di Provinsi Iga., dalam keluarga samurai. Setelah beberapa tahun menjalani hidup samurai, ia menemukan sastra sebagai pekerjaan hidupnya dan melepaskan kariernya sebagai samurai. Ia memulai hidupnya sebagai penyair ketika ia mengabdi pada tuannya sebagai samurai. Mula-mula ia menamai dirinya Tiseu (桃青) karena sebagai penyair Tosei bermakna pir tak matang, pir dalam biru. Ini adalah penghormatan Basho untuk penyair Tionghoa, Li Po (李白) yang namanya berarti plum dalam putih.
Pada tahun 1666 ia pensiun dan setelah 1675 pindah ke Edo, yang sekarang Tokyo. Di Edo 1678 ia memenuhi kualifikasi sebagai master Haiku (Sosho) dan memulai hidup sebagai penyair profesional. Pada 1680 ia pindah ke Fukagawa, di pinggiran kota Edo (sekarang bagian dari Tokyo). Basho yang menolak dunia dan menjadi seorang pengembara, belajar Zen, sejarah, dan puisi klasik Cina, hidup dalam kemiskinan tampak gembira di bawah naungan sederhana dan sumbangan dari banyak oleh para siswa. di mana ia mulai menulis Haiku. Ia menanam pohon basho dan menamai dirinya Basho karena pohon itu pohon favoritnya di tamannya. Basho meninggal di Osaka pada tahun 1694.
Berikut adalah karya-karya dari Matsuo Basho :
  • Kai Ōi (1672)
  • Minashiguri (1683)
  • Nozarashi Kikō (1684)
  • Fuyu no Hi (1684)
  • Haru no Hi (1686)
  • Kashima Kikō (1687)
  • Oi no Kobumi, or Utatsu Kikō (1688)
  • Sarashina Kikō (1688)
  • Arano (1689)
  • Hisago (1689)
  • Sarumino (1689)
  • Saga Nikki (1691)
  • Bashō no Utsusu Kotoba (1691)
  • Heikan no Setsu1692)
  • Sumidawara (1694)
  • Betsuzashik (1694)
  • Oku no Hosomichi (1694)
  • Zoku Sarumino (1698)

Thursday, March 4, 2010

Tahun Baru di Jepang

Tahun baru (正月 shōgatsu?) di Jepang dirayakan tanggal 1 Januari dan berlangsung hingga tanggal 3 Januari. Dalam bahasa Jepang, kata "shōgatsu" dulunya dipakai untuk nama bulan pertama dalam setahun, tapi sekarang hanya digunakan untuk menyebut tiga hari pertama di awal tahun.
Tanggal 1 Januari adalah hari libur resmi di Jepang, tapi kantor pemerintah dan perusahaan swasta tutup sejak tanggal 29 Desember hingga 3 Januari. Bank dan lembaga perbankan tutup dari tanggal 31 Desember hingga 3 Januari, kecuali sebagian ATM yang masih melayani transaksi.


TRADISI TAHUN BARU

I. OSOJI
Osoji berarti membersihkan rumah. Pada saat tahun baru, rumah harus dalam keadaan bersih

II. MALAM TAHUN BARU
Hari tanggal 31 Desember atau malam tahun baru disebut ōmisoka (大晦日 ?). Di malam tahun baru, orang Jepang mempunyai tradisi memakan soba yang disebut toshikoshi soba (年越しそば ?, soba melewati tahun).

III. KUNJUNGAN KE KUIL
Hari-hari di awal tahun baru ditandai dengan hatsumōde berupa kunjungan pertama ke kuil agama Shinto dan Buddha. Di depan kuil-kuil besar, selepas pergantian tahun sudah bisa dijumpai kerumunan orang yang menunggu pintu kuil dibuka. Doa yang disampaikan biasanya berupa harapan agar sehat dan selamat sepanjang tahun.

IV. MAKANAN TAHUN BARU
Osechi-ryōri (御節料理masakan osechi) adalah masakan yang disiapkan untuk menandai pergantian musim, dan sekarang digunakan untuk menyebut berbagai makanan istimewa untuk merayakan tahun baru di Jepang. Sering cuma disebut osechi atau shōgatsu-ryōri (正月料理, masakan tahun baru)
Makanan tahun baru ditata rapi di dalam kotak kayu bersusun yang disebut jūbako (重箱). Pada umumnya hanya lauk yang ditata di dalam kotak kayu bersusun yang bisa disebut masakan osechi. Kotak kayu bersusun untuk masakan osechi dipercaya sebagai perlambang keberuntungan yang berlipat-lipat.





Secara tradisional, osechi terdiri dari:
• O-toso (お屠蘇 ?): sake untuk kesehatan yang diminum di pagi hari awal tahun
• Iwaizakana (祝い肴 ?): tiga macam makanan untuk teman minum sake
• Zōni: sup berisi mochi
• Nishime: sayur-sayuran dimasak dengan kuah dashi, kecap asin, dan mirin (gula pasir).


RAGAM MASAKAN

Masakan Inti
• Tatsukuri, Tazukuri (田作り ?, pembuat padi)
Sejenis ikan teri yang disebut gomame digongseng dengan bumbu kecap asin dan mirin. Masakan ini merupakan perlambang hasil panen yang melimpah, karena di zaman dulu ikan ini digunakan sebagai pupuk berkualitas tinggi.
• Kazunoko (数の子 ?)
Telur ikan berwarna kuning yang digunakan sebagai harapan dikaruniai banyak anak di tahun yang baru.
• Kuromame (黒豆 ?)
Kacang berwarna hitam yang dipercaya bisa menangkal roh jahat. Selain itu, mame dalam bahasa Jepang bisa berarti "bekerja sekuat tenaga" dan "kesehatan", dan dimakan sebagai harapan agar sehat sepanjang tahun.
• Tataki-gobō (たたき牛蒡 ?)
Akar gobo yang berwarna hitam terlihat seperti burung dalam mitologi yang terbang ketika ada panen yang berlimpah.

 Masakan Pelengkap
• Datemaki
Datemaki adalah telur dadar yang digulung bagaikan kitab sutra, sehingga dimakan sebagai perlambang kebijakan dan pengetahuan. Di daerah Kansai, datemaki digantikan dashimaki.
• Kurikinton
Makanan ini terlihat mewah dan nama makanan ini dalam bahasa Jepang berarti gumpalan emas (kinton) dari buah kastanye (kuri)
• Kombumaki
Kombu masak nimono digunakan sebagai makanan tahun baru karena kombu terdengar mirip kata yorokubu (kegembiraan).
• Kamaboko berwarna merah putih
Makanan olahan dari surimi, berwarna putih dengan sedikit warna merah di bagian pinggir, dipakai untuk melambangkan beras merah dan beras putih.
• Otafuku-mame
Kacang pembawa keberuntungan dengan rasa manis.

 Acar
• Acar sayur-sayuran berwarna merah dan putih
• Acar lobak
• Acar umbi seroja
 Makanan Panggang
• Ikan sunglir (buri) bakar
Orang Jepang menyebut ikan ini dengan nama yang berbeda-beda sesuai dengan usia ikan. Ikan yang berhasil menjadi dewasa disebut buri, sehingga dipakai sebagai simbol keberhasilan dan sukses.
• Ikan kakap bakar
Ikan kakap merupakan salah satu ikan persembahan untuk dewa, sekaligus nama ikan ini dalam bahasa Jepang terdengar mirip kata "medetai" (kegembiraan).
• Udang bakar
Sungut udang yang panjang dan melengkung dipakai sebagai perlambang orang yang sudah tua, sehingga dimakan sebagai harapan bisa berumur panjang.
• Belut unagi panggang
Belut unagi adalah ikan yang pandai memanjat sehingga digunakan untuk mendoakan keberhasilan yang cepat.


KOTAK KAYU OSECHI
Secara tradisional kotak kayu (jūbako) untuk masakan osechi terdiri dari 5 susun, walaupun kotak bersusun tiga juga lazim dijumpai sekarang. Kotak kayu dihitung dari atas dan diberi nama: ichi no jū, ni no jū, san no jū, yō no jū, dan go no jū, yang berarti tumpukan kotak nomor 1 hingga nomor 5. Kotak nomor 4 tidak disebut shi no jū, karena angka 4 (shi) terdengar sama dengan "shi" yang berarti "mati". Berdasarkan alasan yang sama, kotak nomor 4 pada kotak bersusun empat disebut go no jū.

 Kotak Lima Susun
• Kotak nomor 1: Iwaizakana
• Kotak nomor 2: Acar dan Makanan pelengkap
• Kotak nomor 3: Makanan panggang
• Kotak nomor 4: Nimono
• Kotak nomor 5: Kosong
Kotak paling bawah sengaja dikosongkan dan tidak diisi makanan, digunakan sebagai simbol tempat yang masih kosong untuk menampung rezeki.

 Kotak Tiga Susun

• Kotak nomor 1: Iwaizakana, makanan pelengkap
• Kotak nomor 2: Makanan panggang, Acar
• Kotak nomor 3: Nimono



Penjelasan letak: 1). udang masak nishime, 2). tatsukuri, 3). nishime, 4). kamaboko 5). datemaki 6). makanan laut, 7). kombumaki, 8). kurikinton, 9). tobiko (telur ikan), 10). ikan kakap bakar, 11). kazunoko, 12). kepiting dan acar 13). makanan kecil 14). makanan laut dan daging, 15). kuromame, 16). lobster panggang


V. KARTU POS TAHUN BARU


Orang Jepang mempunyai tradisi berkiriman kartu pos nengajō (年賀状 ?, ucapan tahun baru) yang tiba persis tanggal 1 Januari. Kartu pos ucapan tahun baru dijamin sampai ke alamat yang dituju pada tanggal 1 Januari, asalkan dikirim tidak melewati jangka waktu penerimaan yang ditetapkan kantor pos. Penerimaan kartu pos biasanya dimulai pertengahan Desember hingga beberapa hari terakhir sebelum penutupan tahun. Kantor pos membutuhkan pegawai ekstra yang direkrut dari kalangan pelajar, agar semua kartu pos bisa disampaikan tanggal 1 Januari.
Setiap tahunnya, Kantor Pos Jepang memiliki tradisi mencetak kartu pos dengan tema yang berbeda-beda. Kartu pos dihiasi dengan lukisan tempat terkenal di Jepang dan gambar binatang Shio untuk tahun yang baru. Kartu pos tahun baru yang diterbitkan kantor pos juga memiliki nomor undian yang diundi di awal tahun. Penerima kartu pos yang beruntung bisa memenangkan berbagai hadiah berupa barang. Selain di kantor pos, kartu pos ucapan tahun baru juga bisa dibeli di berbagai tempat. Kartu pos yang dijual di toko buku memiliki pilihan gambar yang lebih banyak, tapi sering masih perlu ditempeli prangko.
Kartu pos ucapan tahun baru bisa ditulisi sendiri dengan berbagai pesan dan ucapan. Gambar binatang atau kalimat ucapan standar bisa ditambahkan dengan menggunakan stempel karet beraneka warna yang dijual di toko buku atau stempel yang disediakan di kantor pos. Kartu pos ucapan tahun baru sering digunakan untuk memamerkan kemampuan menulis indah bagi pengirim yang pandai menulis kaligrafi. Pemilik komputer pribadi bisa menggunakan perangkat lunak khusus untuk mencetak kartu pos. Bagi orang yang memiliki banyak kenalan dan relasi, kartu pos biasanya sudah ditulisi sejak awal bulan Desember.

Berbagai ucapan selamat tahun baru yang umum:
• Kotoshi mo yoroshiku onegai shimasu (今年もよろしくお願いします ?)
o Akemashite omedetō gozaimasu (あけましておめでとうございます ?, Selamat tahun baru)
• Kin-ga shinnen (謹賀新年 ?, Mengucapkan tahun baru)


VI. OTOSHIDAMA


Orang Jepang mempunyai tradisi memberikan angpao yang dikenal dengan sebutan otoshidama (お年玉 ?). Sewaktu memberikan otoshidama untuk anak-anak, sejumlah uang kertas yang masih baru atau uang logam dimasukkan ke amplop kecil bernama pochibukuro (otoshidama-bukuro) yang berhiaskan aneka gambar kesukaan anak-anak.


VII. KADOMATSU

Kadomatsu (門松) adalah hiasan tahun baru di Jepang berupa ranting daun pinus dan potongan bambu yang dipasang di muka pintu masuk rumah atau gedung. Kadomatsu dipajang secara berpasangan, kadomatsu laki-laki di sebelah kiri dan kadomatsu perempuan di sebelah kanan.




Orang Jepang zaman dulu percaya Kami tinggal di atas pohon. Di tahun baru, arwah leluhur dipercaya kembali ke rumah yang dulu pernah ditinggalinya dalam bentuk Toshigami (dewa tahun), sehingga kedatangannya disambut dengan kadomatsu yang sekaligus dipakai untuk tempat menginap dewa selama tahun baru.

Wednesday, February 17, 2010

Perbandingan Konsep Nama Keluarga di Jepang Dan di Indonesia

KONSEP NAMA KELUARGA DALAM KEBUDAYAAN INDONESIA

Orang Indonesia memberikan nama Indonesia kepada anak-anak mereka dengan berbagai cara. Dengan lebih dari 17.000 pulau dan beragam budaya dan bahasa daerah, Indonesia tidak memiliki satu aturan tertentu dalam pemberian nama. Selain itu, nama keluarga tidak dicatatkan secara resmi di kantor pemerintahan dan tidak diperkenankan dicantumkan di akta kelahiran.
Konsep nama keluarga tidak dikenal dalam beberapa budaya Indonesia, misalnya budaya Jawa. Karena itu, banyak orang sampai saat ini hanya memiliki satu nama, yaitu nama pemberian. Apabila mereka kemudian pergi atau menetap di negara-negara yang mengharuskan setiap penduduknya untuk memiliki minimal dua nama (nama pemberian dan nama keluarga), kesulitan dapat terjadi. Pemecahan yang biasanya diambil adalah mengulang nama tersebut dua kali.
Beberapa budaya lain memiliki peraturan mengenai nama keluarga atau nama marga. Dalam budaya Batak dan Manado, misalnya, nama ayah diwariskan kepada anak-anaknya (patrilineal). Dalam budaya Minangkabau, nama yang diwariskan adalah nama ibu (matrilineal). Beberapa nama yang berasal dari bahasa Arab telah diserap menjadi bagian nama Indonesia, misalnya Hambali, Shihab, Assegaf, dsb.
Kemudian orang Jawa, Bali dan beberapa orang Madura serta Sunda juga sering menggunakan nama yang berasal dari bahasa Sansekerta. Orang-orang Tionghoa dalam menindonesiakan nama Tionghoa seringkali menggunakan nama-nama Sansekerta pula. Beberapa contoh: awalan su (misalkan Soeharto, Soekarno, Sumantri, Sudono dll.), Arya, Cakra, Gunawan, Iwan, Santosa, Setiawan, Puspa, Ratna, Retno, Sita, Sinta, Sundari, Wati, Wijaya, Wisnu dsb.
Banyak orang Indonesia memiliki tatacara penamaan yang unik, tidak seperti nama-nama Eropa yang umumnya menggunakan formula [nama depan]-[nama tengah]-[nama keluarga]. Nama-nama yang diberikan orang tua kepada anak-anak mereka bervariasi tergantung dari asal pulau, suku, kebudayaan, bahasa, dan pendidikan yang diterima orang tua mereka. Masing-masing suku bangsa di Indonesia biasanya memiliki cara penamaan yang spesifik dan mudah dikenali, misalnya nama-nama yang berawalan ‘Su-‘ atau ‘Soe-‘ yang hampir selalu menunjukkan sang penyandang nama berasal dari keluarga Jawa atau lahir di Jawa (nama Jawa). Di Indonesia tidak ada pembatasan resmi untuk memilih kata yang dipakai sebagai nama anak
Wanita Indonesia setelah menikah tidak berganti nama keluarga. Tapi ada juga yang nama keluarga suami dimasukkan di tengah, antara nama depan dan nama keluarga wanita, sebagaimana di suku Minahasa. Di Indonesia umumnya setelah menikah nama suami dilekatkan di belakang nama istri. Misalnya saja Prio Jatmiko menikah dengan Sri Suwarni, maka istri menjadi Sri Suwarni Jatmiko. Tetapi penambahan ini tidak melewati proses legalisasi atau pencatatan resmi di kantor pemerintahan
Keluarga-keluarga yang menetap di kota-kota besar atau telah mendapatkan pendidikan yang berbeda dari orangtua mereka tidak jarang mengadopsi cara penamaan [nama depan]-[nama keluarga] yang menyebabkan banyaknya nama-nama keluarga baru yang bermunculan.

KONSEP NAMA KELUARGA DALAM KEBUDAYAAN JEPANG

Pada awalnya masyarakat Jepang tidak mempunyai nama keluarga. Baru tahun 1870 pada Restorasi Meiji keluarga di Jepang memiliki nama keluarga karena pada saat itu nama keluarga menjadi keharusan di Jepang. Bagi yang berkelas bangsawan atau samurai mereka tidak sulit lagi untuk mendaftarkan nama keluarganya. Tapi bagi masyarakat biasa, tiba-tiba harus memilih nama keluarga, tentu akan repot. Mereka yang bingung akhirnya meminta pendapat dari pendeta Buddha atau Myoshu, seorang profesional pemilih nama.
Nama di Jepang terdiri dari dua bagian : nama keluarga dan nama depan. Nama ini harus dicatatkan di kantor pemerintahan (kuyakusho), selambat-lambatnya 14 hari setelah seorang bayi dilahirkan. Semua orang di Jepang kecuali keluarga kaisar, memiliki nama keluarga. Huruf Kanji yang bisa dipakai untuk menyusun nama anak di Jepang dibatasi oleh pemerintah (sekitar 2232 huruf, yang disebut jinmeiyo kanji),
. Dewasa ini ada sekitar 100 ribu nama keluarga di Jepang, dan diantaranya yang paling populer adalah Satou dan Suzuki. Jika seorang wanita menikah, maka dia akan berganti nama keluarga, mengikuti nama suaminya. Namun demikian, banyak juga wanita karir yang tetap mempertahankan nama keluarganya. Dari survey yang dilakukan pemerintah tahun 1997, sekitar 33% dari responden menginginkan agar walaupun menikah, mereka diizinkan untuk tidak berganti nama keluarga . Hal ini terjadi karena pengaruh struktur masyarakat yang bergeser dari konsep “ie”(家) dalam tradisi keluarga Jepang. Semakin banyak generasi muda yang tinggal di kota besar, sehingga umumnya menjadi keluarga inti (ayah, ibu dan anak), dan tidak ada keharusan seorang wanita setelah menikah kemudian tinggal di rumah keluarga suami. Tradisi di Jepang dalam memilih nama depan, dengan memperhatikan makna huruf Kanji, dan jumlah stroke, diiringi dengan harapan atau doa bagi kebaikan si anak.
Nama orang Jepang bisa diperhatikan dari Kanjinya. Sebagai contoh, jika mempunyai unsur TA dengan kanji 田 berarti dahulu nenek moyang mereka adalah petani. Atau seperti nama keluarga MIYA 宮 artinya jinja sehingga bisa diketahui bahwa nenek moyangnya dahulu bekerja di Jinja. Dan dengan gabungan kanji shita 下 , maka menjadi miyashita berarti Dibawah Jinja. Tapi banyak pula nama keluarga Jepang yang sulit dibaca atau diucapkan atau sulit dibaca kanjinya

Saturday, February 13, 2010

Bahasa Gaul Jepang 1

mau penghasilan tambahan dari internet?
klik disini

Tahu gak sich kalau bahasa Jepang yang digunakan oleh anak muda di Jepang dalam percakapan sehari-hari mereka berbeda dengan bahasa Jepang yang kamu pelajari di buku pelajaran bahasa jepang pada umumnya. Bagi kamu yang mau belajar bahasa jepang gaul liat kata-kata berikut ini……..

1. uwaki otoko : cowok yang suka selingkuh

2. uwaki onna : cewek yang suka selingkuh

3. choukawaii : manis banget

4. ikemen : cowok cakep

5. otokotarashi : Play Girl

6. onnatarashi : Play Boy

7. hitomebore : cinta pandangan pertama

8. ai shitemo ii? : bolehkah aku mencintaimu?

9. boku no soba ni ite kurenai? : maukah kau berada di sisiku?

10.puropoozu shitemo ii? : bolehkah aku melamarmu?

11.tada anata o aishiteru : aku cuma cinta sama kamu ( per )

tada kimi o aishiteru : aku cuma cinta sama kamu ( laki2 )

12.anata ni aete, yokatta : aku beruntung bisa bertemu denganmu

13.hanaretakunai : aku gak mau putus denganmu

14.anata ni deatte, yokatta : aku senang bisa mengenalmu (dikatakan saat putus dengan pacar)

15.mou wakareta : udah putus

16.ganbatte ne! : semangat!

17.tsumanne : membosankan ( per )

tsumanna : membosankan ( laki2 )

18.mendoukusaina… : malasnya….

19.yatta!! : asyik!!! / berhasil!!

20.sugee : hebat

21.akiramenna!! : jangan putus asa!!

22.namaiki iun ja nee yo : jangan sombong-sombong

23.arienai : gak mungkin

24.nani atta no? : ada apa sih…?

25.oshiete kure! : kasih tau dong!

26.betsu ni : gak ada apa-apa

27.majide? : sumpah lo?

28.sokka : gitu ya… / oya…

29.maa ne : ya gitu deh

30.atarimaeda! : ya iyalah! (ya iya lah, masa ya iya dong)

31.yappa : sudah kuduga

32.shikata nai : apa boleh buat

33.kawaisou : kasian deh lo

34.iya / yada : gak mau

35.usotsuki : pembohong

36.urusai yo! : berisik tau! ( per )

urusee yo! :berisik tau! ( laki2 )

37.jiro-jiro mite nanda yo! apa lo liat-liat!

38.baka mitai : seperti orang bodoh / dasar oon

39.baka yaro : dasar goblok

40.kusso : brengsek / sialan

41.saiteidayo : kamu gak ada apa-apanya

42.sukebe : dasar omes (otak mesum)

43.yabai! : gawat!

44.kimochi warui : sebel

45.suman : sorry

Pertama diindonesia, Bisnis online yang terbukti membayar, kerja 1-2 jam perhari, gaji jutaan rupiah. Hanya ada di bisnis ODAP.  

CERPEN: Delima


Yasunari Kawabata


-->
DALAM embusan angin malam daun-daun pohon delima jatuh berguguran. Helai-helai dedaunan terserak melingkar di pelataran. Kimiko terkejut saat melihat pohon itu meranggas di pagi hari dan terheran-heran menyaksikan lingkaran dedaunan yang terserak begitu sempurna di bawahnya. Dia berharap angin akan mengacaukannya. Sebutir buah delima yang ranum tertinggal di pohon itu.
”Kemarilah, lihat itu,” seru gadis itu kepada ibunya.
”Aku telah menyia-nyiakan pohon itu.”
Ibunya memandang sekilas ke arah pohon delima itu dan kembali ke dapur.
Semua itu membuat Kimiko teringat pada kesepian mereka. Pohon delima di samping beranda itu pun kesepian dan terlupakan.
Dua minggu yang lalu, kemenakan lelakinya yang baru berumur tujuh tahun datang berkunjung. Ia segera tertarik pada pohon delima itu. Dipanjatnya pohon itu. Kimiko merasa hidup dalam kehidupan yang nyata.
”Ada buah delima besar di atas sana,” serunya dari beranda.
”Tapi, kalau kuambil, nanti aku tak bisa turun.”
Memang benar. Turun dari pohon dengan buah delima di tangan bukanlah perkara mudah. Kimiko tersenyum. Bocah itu bikin orang jatuh sayang.
Hingga saat bocah itu datang mengunjungi mereka, pohon delima itu terlupakan. Kini pun mereka melupakannya kembali.
Dulu butir-butir buah delima tersembunyi di balik rimbun dedaunan. Kini pohon itu tegak bugil menantang langit.
Ada semacam kekuatan dalam pohon delima itu dan dalam lingkaran dedaunan di pelataran. Mereka berkilau-kilau di bawah cahaya matahari.
Kimiko merasa agak sedih.
Ketika dia sedang menjahit di loteng sekitar pukul sepuluh pagi, didengarnya suara Keikichi. Ia datang memutar lewat kebun. Ada sesuatu yang mendesak dalam nada suaranya.
”Kimiko! Kimiko!” seru ibunya. ”Ada Keikichi.”
Kimiko melepaskan benang dari jarumnya. Ditusukkannya jarum itu ke bantalan busa.
”Kata Kimiko, dia sangat ingin bertemu denganmu sebelum kau pergi,” kata ibunda Kimiko kepada Keikichi. Pemuda itu akan pergi ke medan perang. ”Tetapi, kami sulit menemuimu tanpa surat resmi dan kau tak kunjung datang. Syukurlah kau datang hari ini.”
Ibunda Kimiko meminta Keikichi tinggal untuk makan siang, tetapi pemuda itu tak punya banyak waktu.
”Baiklah, setidak-tidaknya makanlah buah delima ini. Kami menanamnya di kebun sendiri.”
Dia memanggil Kimiko lagi.
Lelaki itu menyambut Kimiko dengan sorot matanya, seolah-olah ia tak sabar menunggu gadis itu turun. Kimiko terhenti di atas tangga.
Sesuatu yang hangat terlihat di mata pemuda itu dan buah delima pun terjatuh dari genggaman Keikichi.
Mereka saling memandang dan tersenyum.
Saat tersadar bahwa dia tersenyum, Kimiko tersipu-sipu. Keikichi bangkit dari duduknya.
”Jaga dirimu baik-baik, Kimiko.”
”Kamu juga.”
Lelaki itu membalikkan tubuh dan mengucapkan selamat tinggal kepada ibunda Kimiko.
Kimiko masih menatap ke arah kebun setelah Keikichi pergi.
”Ia tergesa-gesa,” kata ibunya, ”dan buah delima ini ranum.”
Keikichi meninggalkan buah delima itu di beranda.
Tampaknya ia tak sengaja menjatuhkannya saat sesuatu yang hangat bersinar dalam sepasang matanya. Ia sedang mengupasnya saat itu. Buah delima itu tidak pecah seluruhnya menjadi dua dan tergeletak dengan kulit terbuka.
Ibunda Kimiko membawanya ke dapur dan mencucinya, lalu memberikannya kepada Kimiko.
Gadis itu mengulurkan tangannya, lalu sekali lagi tersipu-sipu seraya mengambil buah itu dengan raut wajah gundah.
Keikichi tampaknya telah membuat kulit delima itu tercuil di bagian ujungnya.
Diawasi pandangan ibunya, Kimiko merasa serba salah jika tak memakan buah itu. Digigitnya delima itu acuh tak acuh. Sesuatu yang berasa kecut memenuhi mulutnya. Dia merasakan semacam kebahagiaan yang menyedihkan, seakan-akan ada sesuatu menusuk dalam-dalam ke dalam dirinya.
Ibunya bangkit, lalu melangkah ke depan cermin dan duduk. ”Lihatlah rambutku. Aku mengucapkan selamat jalan kepada Keikichi dengan rambut acak-acakan seperti ini.”
Kimiko mendengar suara ibunya menyisir rambut.
”Waktu ayahmu meninggal,” kata ibunya dengan lembut, ”aku merasa takut menyisir rambutku. Saat aku menyisir rambut, aku suka lupa pada apa yang sedang kulakukan. Seolah-olah ayahmu sedang menungguku hingga saat terakhir.
Kimiko teringat kebiasaan ibunya. Ibunya selalu memakan sisa-sisa makanan yang ditinggalkan ayahnya di atas piringnya.
Dia merasakan sesuatu seakan mengisapnya, sebuah kebahagiaan yang membuatnya ingin menangis.
Ibunya barangkali memberinya buah delima itu karena enggan membuangnya. Hanya karena itu. Sudah menjadi kebiasaannya tidak membuang sesuatu secara sia-sia.
Sendiri dengan kebahagiaannya, Kimiko merasa malu di hadapan ibunya.
Dia pikir tadi adalah sebuah perpisahan yang menyenangkan bagi Keikichi dan dia tak tahan menanti lelaki itu kembali.
Kimiko menatap ibunya. Matahari jatuh di atas birai pintu yang terbuat dari kertas dekat tempat ibunya duduk di depan cermin.
Dengan agak ragu-ragu, Kimiko kembali menggigit buah delima itu. (35)

Catatan:
Yasunari Kawabata (1899-1972), pemenang Hadiah Nobel Sastra 1968. Pengarang kenamaan Jepang ini mati bunuh diri di ruang kerjanya tanpa pesan, meninggalkan nama besar dan sejumlah karya abadi. Cerita ini diterjemahkan Anton Kurnia dari ”The Pomegranate” dalam antologi Contemporary Japanese Literature; Tuttle Books, New York: 1975, susunan Howard Hibbet.