Tuesday, October 7, 2014

SUSHI

bagi pecinta budaya Jepang pasti tidak asing lagi dengan salah satu kuliner tradisional Jepang, yaitu sushi. sushi adalah salah satu makanan tradisional jepang yang terdiri dari nasi yang dibentuk dengan lauk daging, ikan, cumi, belut , dan sayuran mentah atau yang sudah dimasak. Ikan yang digunakan biasanya hanya ikan laut, karena ikan air tawar mudah terbawa bakteri yang berbahaya bagi kesehatan.  nasi sushi mempunyai rasa asam yang lembut karena dibumbui dengan campuran cuka beras, garam, dan gula.


SEJARAH SUSHI

Konon kebiasaan mengawetkan ikan dengan menggunakan beras dan cuka berasal dari daerah pegunungan di Asia Tenggara. Dasar ilmiah di balik proses fermentasi ikan yang dikemas di dalam nasi ialah bahwa cuka yang dihasilkan dari fermentasi nasi menguraikan asam amino dari daging ikan. Hasilnya ialah salah satu dari lima rasa dasar, yang disebut umami dalam bahasa Jepang.

Nigirizushi dikenal di Jepang sejak zaman Edo. Sebelum zaman Edo, sebagian besar sushi yang dikenal di Jepang adalah jenis oshizushi (sushi yang dibentuk dengan cara ditekan-tekan di dalam wadah kayu persegi).

Pada zaman dulu, orang Jepang mungkin kuat makan karena sushi selalu dihidangkan dalam porsi besar. Sushi sebanyak 1 kan (1 porsi) setara dengan 9 kan (9 porsi) sushi zaman sekarang, atau kira-kira sama dengan 18 kepal sushi (360 gram). Satu porsi sushi zaman dulu yang disebut ikkanzushi mempunyai neta yang terdiri dari 9 jenis makanan laut atau lebih. Pada zaman Edo periode akhir, di Jepang mulai dikenal bentuk awal dari nigirizushi. Namun ukuran porsi nigirizushi sudah dikurangi agar lebih mudah dinikmati. 

Ahli sushi bernama Hanaya Yohei menciptakan sushi jenis baru yang sekarang disebut edomaezushi.Namun ukuran sushi ciptaannya besar-besar seperti onigiri. Pada masa itu, teknik pendinginan ikan masih belum maju. Akibatnya, ikan yang diambil dari laut sekitar Jepang harus diolah lebih dulu agar tidak rusak bila dijadikan sushi.

Sampai tahun 1970-an sushi masih merupakan makanan mewah. Rakyat biasa di Jepang hanya makan sushi untuk merayakan acara-acara khusus, dan terbatas pada sushi pesan-antar. Walaupun rumah makan kaitenzushi yang pertama sudah dibuka tahun 1958 di Osaka, penyebarannya ke daerah-daerah lain di Jepang memakan waktu lama. Makan sushi sebagai acara seluruh anggota keluarga terwujud di tahun 1980-an sejalan dengan makin meluasnya kaitenzushi.

Keberhasilan kaitenzushi mendorong perusahaan makanan untuk memperkenalkan berbagai macam bumbu sushi instan yang memudahkan ibu rumah tangga membuat sushi di rumah. chirashizushi atau temakizushi dapat dibuat dengan bumbu instan ditambah nasi, makanan laut, tamagoyaki dan nori.
Warung sushi pertama kali didirikan di Osaka pada tahun 1958. Tempat makan ini diberi nama dengan Kaitenzushi. Namun terdapat sebuah foto sebuah warung sushi di Tokyo yang diambil pada ahun 1930. Seiiringnya waktu penyebarannya pun semakin meluas, begitu juga dengan ragamnya.

JENIS-JENIS SUSHI
Berdasarkan bentuk nasinya sushi digolongkan menjadi antara lain nigirizushi, oshizushi, chirashizushi, inarizushi, dan narezushi.

NIGIRIZUSHI
Makanan laut segar (pada umumnya mentah) diletakkan di atas nasi yang dibentuk dengan menaruh nasi di telapak tangan yang satu dan membentuknya dengan jari-jari tangan yang lain. Nori sering dipakai untuk mengikat neta agar tidak terlepas dari nasi. Lauk yang diletakkan di atas sushi juga bisa dalam keadaan matang seperti tamagoyaki atau belut unagi dan belut anago yang sudah dipanggang.
Pada mulanya, edozushi adalah sebutan untuk sushi yang menggunakan hasil laut Teluk Tokyo, tapi sekarang sering digunakan untuk menyebut nigirizushi. Di Hokkaido yang terkenal dengan hasil laut, istilah namazushi (生寿司, sushi mentah) dipakai untuk sushi dengan neta mentah. Istilah ini dipakai untuk membedakannya dari sushi asal daerah lain yang sering merebus lebih dulu neta seperti udang yang mudah kehilangan kesegarannya.

Nigirizushi yang kita lihat pada zaman ini merupakan hasil modifikasi dari 200 tahun yang lalu (zaman edo), dimana nigirizushi dibentuk 3-4 kali lebih besar dari sekarang.


nigirizushi dihidangkan dengan shoyu, wasabi, dan acar jahe


nigirizushi dihidangkankan di atas geta

cara makan nigirizushi:
  • Nigirizushi dinikmati dengan mencelup sedikit bagian neta ke dalam kecap asin.
  • Nigirizushi umumnya dimakan dengan tangan, walaupun boleh-boleh saja dimakan memakai sumpit.
  • Nigirizushi biasanya dimakan dengan sekali suap.


OSHIZUSHI
Oshizushi adalah sushi khas daerah Kansai yang dibuat dengan memadatkan nasi di dalam cetakan khusus berbentuk kotak yang disebut 'oshibako'. setelah dibentuk sushi dipotong-potong menjadi ukuran sekali suap. Ada juga oshizushi yang dibungkus dengan daun bambu kemudian dipadatkan selama beberapa jam hingga satu malam.
oshizushi yang sudah dipotong


oshizushi


oshizushi yang sedang dicetak


oshizushi yang dibungkus daun bambu


oshibako


oshibako



CHIRASHIZUSHI
Chirashizushi merupakan jenis sushi yang disajikan di atas piring atau mangkuk. Nasi yang sudah dibumbui kemudian ditaburi dengan berbagai macam ikan mentah atau telur dadar. Nasi chirashizushi tidak dibentuk, tetapi hanya diletakkan di piring atau mangkok kayu kemudian ditambah bermacam - macam topping berupa ikan mentah atau tamagoyaki. Chirashizushi merupakan salah satu masakan rumah yang populer di Jepang untuk memperingati hari-hari istimewa.









INARIZUSHI
Dalam pembuatan inarizushi, kulit tahu atau aburage digunakan sebagai pembungkus nasi. biasanya aburage  dibentuk seperti kantong, kemudian diisi dengan nasi. sebelum digunakan, aburage terlebih dahulu dimasak besama kecap asin dan gula sehingga rasanya sedikit manis. Inarizushi tidak berisi ikan atau lauk lain karena aburage sudah merupakan sumber protein. Inarizushi berasal dari kuil Toyokawa Inari, di kota Toyokawa prefektur Aichi.








NAREZUSHI
Narezushi merupakan salah satu varian sushi tertua. Narezushi terbuat dari ikan segar yang dibuang isi perutnya kemudian dilumuri garam dan disimpan dalam nasi selama selama enam bulan agar tetap awet. Setelah enam bulan air pada ikan akan keluar dan hilang, setelah itu sushi baru bisa dimakan. Biasanya selama proses pengawetan, narezushi disimpan rapat dalam gentong kayu. 








MAKIZUSHI
makizushi adalah sushi yang digulung (sushi roll). Makizushi berupa gulungan nasi berisi potongan mentimun, tamagoyaki dan neta lain yang dibungkus lembaran nori. Nasi digulung dengan bantuan sudare (anyaman bambu bentuk persegi panjang).  Makizushi mempunyai ciri khas yaitu adanya nori atau rumput laut yang sudah berbentuk lembaran dan digunakan sebagai pembungkus sushi ini.


Makizushi dibagi menjadi:
  • Hosomaki: gulungan berdiameter minimum 3 cm hanya berisi satu jenis neta (misalnya mentimun atau tuna).
  • Futomaki: gulungan berdiameter di atas 5 cm berisi berbagai macam neta.
  • Temakizushi: nasi digulung sendiri dengan nori sebelum dimakan, neta juga dipilih sendiri dari piring.

makizushi




makizushi yang belum digulung dengan sudare


makizushi



sumber: