Thursday, May 7, 2015

ACARA TAHUNAN DI JEPANG (年中行事 nenchuugyouji)

Di Jepang banyak festival-festival menarik yang diadakan setiap tahunnya. Banyak wisatawan asing yang penasaran dan ingin menonton festival-festival tersebut saat mereka berkunjung ke Jepang. Festival-festival tradisional Jepang ini menjadi salah satu daya tarik tersendiri.
Acara tahunan tersebut dimulai dari awal tahun, yaitu:



1-3 Januari : tahun baru  お正月 (oshougatsu)
Saat tahun baru orang -orang Jepang pergi ke kuil Shinto dan Budha dan berdoa untuk  keselamatan dan kebahagiaan mereka di tahun berikutnya. Saat tahun baru juga ada tradisi memberikan angpau yang dikenal dengan sebutan otoshidama (お年玉), memasang kadomatsu (門松)yaitu hiasan tahun baru berupa ranting daun pinus dan potongan bambu yang diletakkan di depan pintu masuk rumah atau gedung. Kemudian ada juga tradisi berkirim kartu pos atau nengajou (年賀状) yang tiba tepat tanggal 1 Januari.

kadomatsu

otoshidama






3 Maret: festival anak perempuan/ festival boneka  ひな祭り (hinamatsuri)
Keluarga yang mempunyai anak perempuan merayakannya dengan memajang boneka hinaningyou di rumahnya. satu set boneka terdiri dari kaisar, permaisuri, puteri, dan pemain musik istana yang menggambarkan upacara pernikahan tradisional di Jepang. Ada hidangan khusus yang disajikan saat hinamatsuri, yaitu kue hishimochi, hikigari, makanan ringan hina arare, sup bening sari kaldu ikan tai atau kerang, dan chirashizushi.


hina ningyou



5 Mei : Hari anak-anak   こどもの日 (kodomono hi)
Hari raya untuk merayakan pertumbuhan dan kesehatan anak. Dahulu sebenarnya merupakan perayaan untuk merayakan pertumbuhan bagi anak laki-laki saja. keluarga yang mempunyai anak laki-laki juga memasang koinobori (bendera berbentuk ikan koi)

koinobori



7 Juli: festival bintang 七夕 (tanabata)


legenda tanabata


merupakan legenda yang berasal dari Cina yang menceritakan pertemuan Altair dan Vega yang tinggal di timur barat sungai yang ada di langit. Pada perayaan tanabata orang-orang Jepang mempunyai tradisi menuliskan harapan pada secarik kertas kemudian menggantungnya di batang bohon bambu yang disebut sasa.

pohon bambu yang dipasangi kertas berisi harapan



13 - 15 Agustus: Festival obon お盆 (obon)
bon odori
Merupakan perayaan agama Budha,  yaitu menyediakan sesaji untuk menyambut kedatangan arwah leluhur.  Hal ini diyakini bahwa setiap tahun selama obon, roh leluhur akan kembali ke dunia untuk mengunjungi keluarga mereka yang masih hidup. Saat perayaan obon rang-orang menggantung lentera di depan rumah merek untuk membimbing roh para leluhur, melakukan tarian obon (bon odori), mengunjungi makam para leluhur dan membuat sesaji berupa makanan yang diletakkan di kuil atau altar rumah. Pada akhir obon, lentera terapung diletakkan di sungai, danau, dan laut untuk memandu arwah leluhur kembali ke dunia mereka.

lentera terapung

sesajen di altar



15 September: Memandang bulan お月見 (otsukimi)
otsukimi adalah tradisi unik memandang bulan purnama di Jepang, terutama bulan purnama di musim gugur.Saat otsukimi biasanya warga Jepang memajang dekorasi yang terbuat dari rumput susuki dan menghidangkan kue beras yang disebut  tsukimi dango yang dinikmati sambil melihat bulan.

otsukimi dango




31 Desember: Malam tahun baru 大みそか (oomisoka)
osechi ryouri
tanggal tersebut merupakan hari terakhir dalam satu tahun . Orang-orang membersihkan rumah dan makan osechi ryouri (masakan tahun baru) sebagai persiapan menyambut tahun baru, Pada malam tahun baru orang Jepang mempunyai tradisi memakan soba yang disebut toshokoshi soba (soba melewati tahun).
toshikoshi soba