Monday, September 15, 2014

Apa itu JLPT?

JLPT (Japanese Language Proficiency Test) atau dalam bahasa Jepang disebut Nihongo Nōryoku Shiken (日本語能力試験) adalah ujian kemampuan bahasa Jepang yang dikhususkan bagi penutur asing bahasa Jepang. JLPT pertama kali diadakan pada tahun 1984 dengan peserta sebanyak 7.000 orang. pada awalnya JLPT diadakan diadakan di bulan Desember dengan 4 tingkat level yaitu 1, 2, 3, dan 4 

Pada tahun 2010 sistem tersebut diubah menjadi 5 tingkatan level (N1, N2, N3, N4, dan N5) dan diadakan dua kali dalam setahun (khusus level N1, N2, dan N3), yaitu pada bulan Juli dan September. N1 merupakan level yang paling sulit dan N5 level yang paling mudah.

N5 : Menguasai Kanji sekitar : 100 
menguasai kosakata sekitar : 800 
dan bisa memahami kalimat standar jika ditulis dengan hiragana atau dengan Kanji yang sangat sederhana. 

N4 : Menguasai Kanji sekitar : 300 
menguasai kosakata sekitar : 1500 
dan dapat mengerti percakapan sehari-hari, jika di ucapkan dengan lambat, dan dapat membaca materi sederhana 

N3 : Menguasai Kanji sekitar : 650 
menguasai kosakata sekitar : 3750 
bisa mengerti artikel dalam bahasa Jepang jika ditulis dengan kanji-kanji yang mudah, dan dapat mengikuti perkataan orang Jepang dengan kecepatan normal. 

N2 : Menguasai Kanji sekitar : 1000 
Menguasai kosakata sekitar : 6000 
dan dapat memahami tulisan dengan topic umum dan mengerti percakapan dan berita dengan kecepatan normal 

N1 : Menguasai Kanji sekitar : 2000 
Menguasai kosakata sekitar : 10000 
dan dapat memahami berbagai macam percakapan dalam situasi tertentu. juga dapat memahami perbedaan nuansa dalam kalimat jika menggunakan kata tertentu. 

soal JLPT terbagi menjadi tiga bagian, yaitu:
  • 文字・語彙 (mojigoi), menguji kemampuan peserta dalam memahami penggunaan kosa kata serta perbendaharaan kata dalam bahasa Jepang.
  • 聴解 (chōkai), menguji kemampuan peserta dalam mendengar dan memahami dialog dalam bahasa Jepang
  • 読解・文法 (dokkaibunpō), menguji kemampuan peserta dalam memahami artikel dalam bahasa Jepang.
Seluruh soal disajikan dalam bentuk pilihan ganda

Hasil JLPT biasanya digunakan sebagai salah satu persyaratan sekolah di Jepang, mengajukan beasiswa atau melamar pekerjaan di perusahaan atau instansi Jepang.




Wednesday, October 30, 2013

salam-salam atau ungkapan-ungkapan dalam bahasa Jepang (part 2)

setelah di post yang lalu (Salam-salam atau Ungkapan-ungkapan dalam Bahasa Jepang) saya pernah posting mengenai salam-salam dasar dalam bahasa Jepang, sekarang akan saya tulis lagi salam-salam yang lain


またあした (mata ashita)
sampai jumpa besok


またらいしゅう (mata raishuu)
sampai jumpa minggu minggu depan)


ただいま (tadaima)
aku pulang
dipakai saat masuk rumah/ baru datang ke rumah


おかえりなさい (okaerinasai)
selamat kembali (sampai rumah)
jawaban ただいま (tadaima)


いただきます (itadakimasu)
dicapkan saat akan makan. kalau diartikan dalam bahasa Indonesia mungkin bisa berarti 'saya terima makanan ini dengan senang hati' atau 'terima kasih atas hidangannya'.


ごちそうさませでした (gochisousama deshita)
diucapkan setelah selesai makan sebagai ungkapan terima kasih kepada orang yang sudah bersusah payah memasak dan menyiapkan makanan untuk kita.


しつれいします (shitsureishimasu)
permisi, maaf atas ketidaksopanan saya
kata しつれい (shitsurei) sendiri sebenarnya berarti 'tidak sopan'. jadi kata しつれいします (shitsureishimasu) secara gramatikal berarti 'saya akan melakukan hal yang tidak sopan'


すみません (sumimasen)
maaf, permisi


おつかれさまでした (otsukaresama deshita)
terima kasih telah bersusah payah
iasa juga diartikan “Terimakasih atas kerjasamanya”. おつかれさまでした (otsukaresama deshita) diucapkan untuk situasi dimana beberapa orang telah selesai melakukan suatu pekerjaan / hal secara bersama-sama. Di dalam kelas, di dalam sebuah acara, ketika akan pulang dari tempat kerja dsb

おだいじに (odaijini)
semoga cepat sembuh


いってきます (ittekimasu)
digunakan pada saat akan pergi atau keluar dari rumah tapi jelas akan kembali lagi. misalnya pergi ke sekolah, bermain dengan teman atau pergi belanja. artinya 'saya berangkat' atau lebih tepat kalau diartikan sesuai katanya 'saya pergi dan akan kembali lagi'


いってらしゃい (itterashai)
jawaban dari いってきます(ittekimasu). 
diucapkan kepada orang yang akan pergi ke suatu tempat, dan orang itu akan kembali lagi. misalnya mengucapkan kepada anak yang akan berangkat ke sekolah.


ごめんなさい (gomennasai)
maaf
untuk yang lebih sopan bisa pakai すみません (sumimasen).





 






Sunday, July 28, 2013

SEPPUKU

Seppuku (切腹) atau yang lebih dikenal dengan istilah harakiri (腹切り merupakan salah satu adat para samurai, terutama jenderal perang pada zaman bakufu yang merobek perut mereka dan mengeluarkan usus mereka agar dapat memulihkan nama mereka atas kegagalan saat melaksanakan tugas dan/atau kesalahan untuk kepentingan rakyat.
diri jarang yang menggunakan kata Harakiri. Mereka lebih senang menggunakan kata Seppuku yang memiliki arti yang sama dengan Harakiri. Budaya harakiri ini adalah tatacara budaya kesatrian (Bushido) yang dilakukan oleh kaum Samurai. Budaya ini sudah dilakukan sejak abad ke 12 dan mulai dilarang secara resmi di tahun 1868, walaupun demikian s/d saat ini masih tetap saja banyak yang mempraktekannya.
Harakiri bukanlah sekedar bunuh diri secara beg
- See more at: http://www.gablenk.com/2012/12/sejarah-seppuku-atau-harakiri.html#sthash.2HqW4qrm.dpuf
diri jarang yang menggunakan kata Harakiri. Mereka lebih senang menggunakan kata Seppuku yang memiliki arti yang sama dengan Harakiri. Budaya harakiri ini adalah tatacara budaya kesatrian (Bushido) yang dilakukan oleh kaum Samurai. Budaya ini sudah dilakukan sejak abad ke 12 dan mulai dilarang secara resmi di tahun 1868, walaupun demikian s/d saat ini masih tetap saja banyak yang mempraktekannya.
Harakiri bukanlah sekedar bunuh diri secara beg
- See more at: http://www.gablenk.com/2012/12/sejarah-seppuku-atau-harakiri.html#sthash.2HqW4qrm.dpuf
Harakiri (Hara = perut, Kiru = menusuk) walaupun demikian orang Jepang sendiri jarang yang menggunakan kata Harakiri. Mereka lebih senang menggunakan kata Seppuku yang memiliki arti yang sama dengan Harakiri - See more at: http://www.gablenk.com/2012/12/sejarah-seppuku-atau-harakiri.html#sthash.2HqW4qrm.dpuf
Harakiri (Hara = perut, Kiru = menusuk) walaupun demikian orang Jepang sendiri jarang yang menggunakan kata Harakiri. Mereka lebih senang menggunakan kata Seppuku yang memiliki arti yang sama dengan Harakiri - See more at: http://www.gablenk.com/2012/12/sejarah-seppuku-atau-harakiri.html#sthash.2HqW4qrm.dpuf
Harakiri (Hara = perut, Kiru = menusuk) walaupun demikian orang Jepang sendiri jarang yang menggunakan kata Harakiri. Mereka lebih senang menggunakan kata Seppuku yang memiliki arti yang sama dengan Harakiri - See more at: http://www.gablenk.com/2012/12/sejarah-seppuku-atau-harakiri.html#sthash.2HqW4qrm.dpuf
Harakiri (Hara = perut, Kiru = menusuk) walaupun demikian orang Jepang sendiri jarang yang menggunakan kata Harakiri. Mereka lebih senang menggunakan kata Seppuku yang memiliki arti yang sama dengan Harakiri - See more at: http://www.gablenk.com/2012/12/sejarah-seppuku-atau-harakiri.html#sthash.2HqW4qrm.dpuf
Pada tradisi Jepang, istilah seppuku lebih formal. Harakiri merupakan istilah yang secara umum dikenal dalam bahasa Inggris, dan sering kali disalah-tuliskan dengan "hari kari'. Di Jepang, kata seppuku digunakan dalam bahasa tulisan sementara harakiri digunakan dalam bahasa lisan.
Harakiri (Hara = perut, Kiru = menusuk) walaupun demikian orang Jepang sendiri jarang yang menggunakan kata Harakiri. Mereka lebih senang menggunakan kata Seppuku yang memiliki arti yang sama dengan Harakiri - See more at: http://www.gablenk.com/2012/12/sejarah-seppuku-atau-harakiri.html#sthash.2HqW4qrm.dpuf

 SEJARAH SEPPUKU
Tindakan seppuku pertama kali dilakukan oleh Minamoto no Yorimasa ketika perang Uji pada tahun 1180. Tindakan seppuku ini banyak dilakukan oleh daimyo (pemimpin tertinggi kaum bushi) yang kalah pada suatu perang atas perintah daimyo yang memenangkan perang tersebut. Tindakan bunuh diri dari daimyo yang kalah ini akan memberikan dampak psikologis bagi pengikutnya, sehingga tidak aka nada lagi perlawanan. Toyotomi Hideyoshi sering menggunakan metode ini untuk melumpuhkan kekuatan musuhnya yang sudah kalah. Peristiwa yang paling dramatis terjadi ketika Hideyoshi berhasil memimpin klan Odawara untuk mengalahkan klan Hojo, keluarga daimyo terkuat di Jepang bagian timur, pada tahun 1590. Saat itu ia memerintahkan Hojo Ujimasa, mantan daimyo dari klan Hojo untuk melakukan seppuku kemudian mengasingkan putranya Ujinao.
Tindakan di mana seseorang menyobek perutnya, sebagai suatu cara membunuh diri. Merupakan unsur yang paling popular dalam mitos samurai. Bagi seorang samurai, membunuh diri adalah lebih baik daripada membiarkan ditangkap, karena sekiranya samurai itu masih hidup dan ditangkap, ia dianggap membawa malu kepada nama keluarga dan raja.
Dalam perkembangannya, seppuku dilakukan oleh seseorang untuk menunjukkan rasa ketidak-setujuannya kepada keputusan penguasa (baik raja maupun pemerintah modern). Kejadian yang terkenal adalah adalah seppuku yang dilakukan oleh sastrawan terkenal Jepang, Mishima Yukio di markas besar tentara Jepang pada tahun 1970 sebagai bentuk protesnya kepada kebijakan pemerintah pada masa itu.


PROSES SEPPUKU
Pada zaman Edo, seppuku telah menjadi sebagai salah satu upacara terhormat dalam kebudayaan Jepang. Mula-mula, karpet tatami putih akan dikeluarkan, kemudian satu bantal yang besar akan diletakkan di atasnya . Para saksi pembunuhan akan berdiri di sebelah samurai tersebut (pelaku seppuku), bergantung kepada pentingnya kematian (sebagai satu nilai penghormatan kepada pelaku seppuku). Samurai yang menjalani seppuku, memakai baju kimono putih, akan duduk berlutut (seiza) di atas bantal tersebut. Di sebelah kiri, pada jarak kira-kira satu meter dari samurai tersebut, seorang kaishakunin, atau `kedua’ akan turut berlutut. Kaishakunin atau `Kedua’ adalah sahabat akrab kepada samurai yang telah meninggal kerana melakukan seppuku. Karena perbuatan ini dianggap tidak senonoh dan amat memalukan (tabu), maka hanya orang-orang yang layak dan terpilih (berkesanggupan untuk melakukan tugas membantu) saja yang akan menjadi kaishakunin.


Di depan samurai (pelaku seppuku) ini akan ada sebilah pisau bersarung yang terletak di dalam talam. Apabila samurai tersebut merasakan dia telah siap, samurai tersebut akan menanggalkan kimononya dan membebaskan bagian perutnya. Kemudian dia akan mengangkat pisau dengan sebelah tangan, manakala sebelah tangan lagi menanggalkan sarung pisau tersebut dan meletakkannya ke tepi.
Apabila dia telah bersedia, dia akan mengarahkan mata pisau tersebut pada sebelah kiri perut, dan menggoreskannya ke kanan. Selepas itu, pisau tersebut akan diputar dalam keadaan masih terbenam di dalam perut dan ditarik ke atas. Kebanyakan samurai tidak sanggup lagi untuk melakukan tindakan ini, maka ketika inilah kaishakunin (artinya kedua) akan memenggal kepala samurai tersebut setelah melihat sejauh mana kesakitan yang terpapar pada wajahnya.

Tindakan yang dilakukan sampai selesai dikenali sebagai jumonji (crosswise), sayatan bintang, dan seandainya samurai (pelaku seppuku) dapat melakukannya, maka seppuku yang dilakukannya dianggap amat bernilai dan disanjung tinggi. Seppuku juga mempunyai nama-nama tertentu, bergantung kepada fungsi atau sebab melakukannya: