Sunday, September 12, 2010

Ningyo Joruri



Ningyo Joruri adalah drama boneka yang sekarang lebih dikenal dengan sebutan bunraku. Ningyo joruri berasal dari kata ningyo (boneka) dan joruri (teks drama). Pada awalnya ningyo joruri adalah cerita untuk didengar dan tidak disertai boneka. Barulah setelah dilengkapi boneka, jenis drama ini menjadi sandiwara boneka yang disebut ningyo joruri.
Kelahiran joruri tidak diketahui secara pasti. Diperkirakan pada zaman pertengahan zaman Muromachi akhir pada abad ke-15. Adapun kata joruri berasal dari cerita Joruri Hime Junidan Soshi. Joruri Hime Junidan Soshi adalah kisah percintaan antara Uwashikamuri dengan gadis yang memunyai penginapan Mikawano Kuni Yahagi yang bernama Joruri Hime. Joruri dibawakan dengan cara brcerita dan diiringi musik biwa. Akan tetapi setelah masuknya musik shamisen, musik pengiring joruri berubah menjadi musik shamisen. Pada akhir abad ke-16 atas usaha Menukya Saburo dan Hikita Awajinojo ( penggerak boneka), kisah joruri dilengkapi dengan boneka. Dengan disertainya boneka dalan joruri maka terbentuklah sebuah sandiwara boneka yang disebut ningyo joruri. Pengarang ningyo joruri yang sangat terkenal adalah Chikamatsu Monzaemon.
Ningyo joruri yang lahir di Kyoto berkembang terus sampai ke Edo. Dengan berkembangnya sandiwara boneka ini, lahirlah bermacam-macam aliran melodi yang disebut bushi, misalnya kimpira bushi dan harima bushi. Pada tahun 1666 atas kerjasama yang baik dari pengarang, ningyo joruri menghasilkan bushi yang baik yang disebut gidayu bushi.
Sebagai sistem, kelengkapan ningyo joruri terdiri dari panggung, boneka, lakon, musik, dan dalang.

A. Panggung.
Panggung merupakan tempat pertunjukan boneka, tempat pemain shamisen dan dalang. Luas panggung ningyo joruri kurang lebih 90 meter persegi, dengan panjang panggung 6 ken (kurang lebih 10 meter) dan lebarnya 5 ken (kurang lebih 9 meter). Tempat pertunjukan boneka terdiri dari ruang tengah dan 3 buah tesuri (langkan). Tesuri berguna untuk memperlihatkan boneka ketika ditampilkan. Boneka seolah-olah terlihat berada di atas tanah, tikar, tempat tidur, atau di dalam ruangan tertentu.

B. Boneka
Boneka yang digunakan dalam ningyo joruri memiliki berbagai macam kepala (kashira). Kepala boneka laki-laki dan perempuan dalam berbagai bentuk dan ekspresi wajah digunakan untuk menampilkan beraneka ragam karakter, pekerjaan, status sosial, dan umur.
Kepala boneka tertentu hanya bisa digunakan untuk peran tertentu. Sebagian kepala boneka bisa digunakan untuk berbagai peran dengan memakaikan rambut palsu (wig), atau merias wajah boneka dengan cat. Sebelum bisa dipakai dalam pementasan, wajah boneka dirias dulu dengan cat.
Rambut palsu untuk kepala boneka dibuat secara khusus dan merupakan seni kerajinan tersendiri. Sebagian besar karakter mengandalkan rambut palsu untuk memperlihatkan sifat karakter dan status sosial. Rambut palsu dibuat dari rambut manusia dicampur bulu ekor yak agar terlihat mengembang. Bagian akar rambut palsu disatukan pada lembaran tembaga yang tidak dilekatkan secara permanen pada kepala boneka. Campuran air dan lilin lebah digunakan sebagai perekat agar rambut palsu tidak merusak permukaan kepala boneka.

Jenis kepala boneka
Kepala boneka (kashira) laki-laki
• Bunshichi: kepala boneka dengan ekspresi maskulin laki-laki tampan tapi sudah lama menderita, digunakan untuk tokoh utama cerita tragedi
• Kenbishi: kepala boneka dengan garis mulut yang tegas menandakan kemauan keras, digunakan untuk samurai, orang kota, dan sebagainya
• Ōdanshichi: kepala boneka dengan ekspresi lelaki pemberani
• Darasuke: kepala boneka dengan ekspresi mengejek untuk peran orang jahat
• Yokanpei: kepala boneka dengan wajah buruk untuk peran orang jahat yang komikal
• Matahei: kepala boneka dengan ekspresi rakyat biasa, orang kecil, atau penduduk kota yang jujur
• Kiichi: kepala boneka untuk peran samurai tua dengan hati yang penuh cinta
• Genda: kepala boneka untuk peran laki-laki tampan berumur 20 tahunan
• Wakaotoko: kepala boneka laki-laki remaja untuk kisah cinta
• Kōmei: kepala boneka untuk samurai berusia empat puluhan hingga lima puluhan, secara jelas terlihat berkepribadian halus dan bijaksana
• Kintoki: kepala boneka untuk samurai yang kuat dan berperasaan dalam cerita jidaimono.

Kepala boneka perempuan
• Musume: kepala boneka perempuan belum kawin berusia 14 atau 15 tahun dengan ekspresi murni tanpa dosa
• Fukeoyama: kepala boneka yang digunakan untuk berbagai peran wanita berusia dua puluh tahunan hingga empat puluh tahunan.
• Keisei: kepala boneka paling cantik untuk peran wanita penghibur kelas tinggi yang sensual

Mekanisme penggerak
Bahan untuk kepala boneka adalah kayu dari sejenis pohon Hinoki (Chamaecyparis obtusa). Kepala boneka berongga di bagian dalam yang merupakan hasil penggabungan bagian muka dan bagian belakang kepala. Kepala boneka dibuat dengan cara membelah kepala boneka menjadi dua bagian dan mengerok sisa kayu yang terdapat di bagian dalam.
Pada bagian wajah boneka, terdapat mekanisme untuk menggerakan alis, bulu mata, dan bibir ke atas dan ke bawah. Sedangkan di bagian mata terdapat mekanisme untuk menggerakkan bola mata ke kiri dan ke kanan. Tali untuk menggerakan alis dan mata melewati rongga di kepala boneka. Mekanisme penggerak juga terdapat pada masing-masing kaki dan lengan.

C. Lakon
Lakon ningyo joruri terdiri dari jidaimono dan sewamono.
1) Jidaimono.
Jidaimono adalah lakon ningyo joruri yang membawakan cerita-cerita dari zaman Heian sampai zaman Muromachi, zaman berperangnya bangsawan-bangsawan.
2) Sewamono.
Pada sewamono ceritanya lebih bersifat kontemporer dengan menonjolkan kisah kehidupan sehari-hari dai lingkungan masyarakat pedagang dalam zaman Edo.

D. Shamisen (Musik Bunraku)

Shamisen adalah sebuh alat musik yang melengkapi teater ningyo joruri dan mengiringi dalang dalam membawakan cerita. Alat musik ini berbentuk gitar yang memunyai alat petik berdawai tiga. Shamisen ini dipetik dengan alat yang namanya baci.

E. Tayu (Dalang)
Hidup atau tidaknya teater boneka bergantung pada dalang delam membawakan cerita. Dalang dalam bercerita harus dapat membedakan suara antara suara laki-laki dengan suara perempuan, orang muda dengan suara orang tua, orang baik dengan suara orang jahat, dan lain-lain. Juga harus dapat menggunakan berbagai macam aksen dan intonasi pada waktu mengekspresikan karakter atau perasaan hati dari tokoh yang ditampilkan.

Biografi Chikamatsu Monzaemon



mau penghasilam tambahan dari internet?
klik disini


Chikamatsu adalah seorang penulis drama. Dia merupakan salah satu dari tiga sastrawan Jepang pada tahun Genroku (zaman pramodern). Dua sastrawan lain adalah Matsuo Basho, penyair dan Ihara Saikaku, penulis novel. Chikamatsu juga dikenal sebagai Shakespeare-nya Jepang. Selain sebagai penulis ningyo joruri (sandiwara boneka Jepang), dia juga merangkap sebagai penulis kabuki. Nama sesungguhnya dari Cikamatsu Monzaemon adalah Suginomori Nobumori. Dia berasal dari keluarga samurai. Ayahnya, Nobu Tada, adalah abdi dalem keluarga Matsuhira Tadamasa. Chikamatsu lahir di Echizen pada tahun 1653 dan meninggal pada tahun 1724. Setelah ayahnya tidak bekerja lagi, dia pindah ke Kyoto sampai berumur sebelas tahun. Untuk membantu ayahnya yang sudah tidak bekerja lagi, dia bekerja pada keluarga bangsawan yang bernama Akiyoshi. Dengan bekerja di keluarga bagsawan, chikamatsu mendapatkan kesempatan memperdalam kesusastraan klasik. Kesempatan inilah yang membuat Chikamatsu ahli menulis kalimat dalam bentuk yang indah. Dari sinilah dimulai debut Chikamatsu dalam menulis naskah drama. Karya Chikamatsu pada teater kabuki berjumlah 40 judul dan pada ningyo joruri 114 judul. Riwayat Chikamatsu sebagai penulis drama terdiri dari empat periode.

1. Periode pertama (1683 – 1686) dari umur 31 sampai 33 tahun: selama periode tersebut hanya satu lakon yang dihasilkan, yaitu Yotsugi Soga. Periode ini disebut periode latihan.

2. Periode kedua (1686 – 1692) dari unur 34 sampai 40 tahun. Periode ini adalah periode pembaharuan. Dalam periode ini ia membuat karya drama yang bersifat liris yang sebelumnya bersifat prose dan syair. Karya pertama dari periode pembaruan adalah Shussei Kagekiyo. Lakon tersebut merupakan merupakan batas antara periode Ko Joruri (joruri lama) dengan periode Shin Joruri (joruri lama). Karya yang terkenal pada periode ini antara lain Batsumon Mayasa, Imagenji Rokujitsuyo, Keisei Awanonaruto, Daimyo Nagusami Soga, Isshin-nin Kabiyakudo, dan Keise Mibudainenbutsu.

3. Periode ketiga (1692 - 1704) dari umur 41 sampai umur 52 tahun. Karya-karyanya yang terkenal adalah Sonezaki Shinju, Horikawa Naminotsuzumi, Shinjo Kasaneizutsu, Fudokishusseino Takinoboru, Medono Hikkyaku dan Yugiri Awanonaruto.

4. Periode keempat (1705 – 1724) dari umur 53 sampai 72 tahun. Karya Chikamatsu pada akhir hayatnya disebut juga Enjuku (periode yang sudah mencapai titik kematangan). Pada periode ini dia banyak menghasilkan karya-karya yang bagus, antara lain, Kokkusen Yakkasen, Nihon Furisode Hajime, Soga Keikazan, Hakatajoro Namimakura, Heike Nyogoshima, Futago Sumidagawa, Shinju Ten-no Amijima, Onnagoroshi Aburajigoku, Shinjukawashima Kassen, dan Shinju Yoigoshi.

mau penghasilan tmbahan dari internet? Binis online yang berbeda dari bisnis online yang lain.
Klik di sini

Saturday, September 4, 2010

Kokologi 2

Kokologi on Love test



1. Kamu sedang berjalan ke rumah cewek/cowok kamu. Ada 2 jalan menuju kesana. Ada Jalan yang pendek dan cepat sampai dan jalan yang berliku namun penuh dengan pemandangan indah. Jalan mana yang kamu pilih? (jalan berliku tp pemandangan indah)


2. Di jalan kamu melihat 2 keranjang mawar, yang satu penuh dengan mawar putih dan yang satunya dipenuhi dengan mawar merah. Kamu memutuskan merangkainya untuk cewek/cowok kamu. Kombinasi apa yang akan kamu buat? Dominan mawar putih atau mawar putih? ( 50;50 dunk. Kan seimbang n adil)


3. Akhirnya kamu sampai kerumah cewek/cowok kamu. Kamu memencet bel dan pembantunya yang menjawab. Apa yang kamu lakukan? Bertanya langsung kepada sang pembantu kemana cewek/cowok kamu atau kamu hanya bertanya dalam hati? (dalam hati aja,, males nanya :p)


4. Sekarang kamu berada di kamar cewek/cowok kamu. Gak ada siapapun disana. Kamu memutuskan untuk meninggalkan seikat mawar disana. Dimana kamu akan menaruhnya? Ditempat tidur atau di sisi jendela? (di tempat tidur)


5. Kemudian sekarang saatnya kamu tidur.Kamu dan cewek/cowok kamu tidur di tempat yang terpisah. Saat kamu bangun pagi dan melihat keadaan cewek/cowok kamu, apa yang kamu dapati? apakah dia sudah bangun atau belum? (belum bangun)

6. Waktunya pulang ke rumah. Kamu melewati jalan yang berbeda dengan waktu kamu berangkat. Ada jalan yang biasa saja namun cepat sampai rumah tapi lewat kuburan dan ada jalan yang berbelok-belok dan lama sampai di rumah tapi lewat taman bunga. Jalan mana yang kamu pilih? (yang lewat taman bunga dunk, ,, biarin lama yang penting gak lewat kuburan)

Saatnya Cek Pilihan Kamu !

1. Klo yang kamu pilih jalan yang pendek dan biasa aja, itu artinya kamu gampang jatuh cinta. Klo jalan yang berliku namun indah yang jadi pilihan kamu, berarti kamu adalah tipe orang yang membutuhkan waktu untuk jatuh cinta. Perlu pemikiran, perjuangan, dan pastinya keyakinan.

2. Bunga mawar yang emang identik dengan bunga cinta bisa jadi tolak ukur seberapa besar kamu menghargai suatu hubungan. Klo kamu dominan warna putih, itu artinya kamu tipe pemberi. Sementara kalo dominan warna merah kamu tipe penerima tuh!

3. Klo pilihan kamu bertanya kepada sang pembantu, kamu tergolong orang yang melibatkan orang lain dalam hubungan kamu . Tapi klo kam

u lebih suka menanyakan pada dirimu sendiri kemana cewek/cowok kamu, kamu tergolong orang yang menyelesaikan segala sesuatunya sendiri termasuk klo ada masalah sama hubungan kamu.

4. Tempat menaruh mawar yang kamu pilih

dapat digambarkan seberapa sering kamu memperhatikan cewek/cowok kamu . Pilihan tempat tidur tertanda kamu ingin melihat pujaan hati kamu setiap hari, sesering mungkin. Sementara menaruh mawar d

i jendela berarti kamu tipe orang yang tidak keberatan bila dalam sehari tidak melihat sang pujaan hati. Cukuplah seminggu sekali

.

5. Saat kamu masuk ke kamar cewek/cowok

kamu dan melihatnya masih tertidur kamu termasuk orang yang bisa menerima dia apa adanya . Tapi klo kamu menemukan dia telah terbangun, berarti kamu berharap dia akan berubah untuk kamu.


6. Pilihan jalan pulang yang lama menandakan kam

u tipe orang yang menjaga suatu

hubungan . Sementara jalan yang cepat berarti kamu orang yang juga cepat mengakhiri suatu hubungan.


Ketika sedang menyetir mobil di jalan dalam keadaan hujan,kamu melihat :

1. Nenek-nenek yang tampaknya sedang sakit parah

2. Teman yang pernah menyelamatkan nyawa kamu

3. Gebetan / pujaan hati .

Kamu cuma bisa memilih 1 orang untuk menumpang di mobil . manakah yang akan kamu bawa? konon, pertanyaan ini sering ditanyakan ketika interview kerja untuk mengetes kepribadian seseorang.

hayoooo… siapa yang akan kamu bawa ???

jawaban yang tepat adalah :

memberikan kunci mobil kepada teman baik kamu, agar dia bisa membawa nenek-nenek itu ke rumah sakit. dan kamu sendiri tinggal disana bersama sang pujaan hati. (halah... jawaban yang aneh. Tapi enak juga hujan2 berduaan ma si gebetan. HUuhhh.......so sweeeeeeeet..)


Manakah binatang dibawah ini yang membawa kabar baik dan manakah yang membawa pertanda buruk? Pilih binatang yang berbeda untuk masing2 pertanyaan.

1. Harimau.

2. Anjing.

3. Domba.

4. Burung Beo.

5. Kura-kura.


Udah siap dengan jawabannyaa? yuk mari..

Dalam cerita ini binatang yang dipilih sebagai pembawa pesan kebahagiaan mewakili tipe orang yang dianggap sebagai pasangan ideal. Sedangkan binatang pembawa pesan buruk adalah tipe yang dikhawatirkan akan menarik kamu ke dalam kesulitan.

1.Harimau.

* kabar baik :

kamu melihat diri sendiri paling senang dengan pasangan yang ambisius dan kuat, memiliki kegigihan tekad untuk menguasai.

* Kabar buruk :

KAmu takut mendapatkan pasangan kejam yang sombong seperti raja hutan dan menggeram jika diminta untuk saling bekerja sama mengurus rumah tangga.


2.Anjing.

* kabar baik :

Kesetiaan yang tidak diragukan dan pengabdian penuh adalah hal2 yg paling kamu cari dari pasangan.

* Kabar buruk :

kamu sama sekali tidak cocok dengan mereka yang berusaha menyenangkan smua orang dan resah dengan yang mungkin dipikirkan orang laen.


3.Domba.

* kabar baik :

Kamu melihat kunci kepuasan ada pada pasangan yg penuh kehangatan.

* Kabar buruk :

kamu takut berakhir dengan pasangan yang membosankan dan menghabiskan waktu setiap hari dengan memandang orang yang sama.


4.Burung Beo.

* kabar baik :

Tidak ada yang lebih cocok untuk Kamu daripada pasangan yang suka bicara dan menyenangkan serta tahu bagaimana membuatmutertawa.

* Kabar buruk :

Tidak ada yang paling buruk bagi kamu daripada pasangan malas yang sangat tidak suka bekerja.


5.Kura-Kura.

* kabar baik :

Pasangan sempurna kamu memiliki sifat serius, bisa diandalkan, dan selalu ada saat diperlukan.

* Kabar buruk :

Kemungkinan menghabiskan waktu dengan pasangan yang lamban dan kurang pandai adalah mimpi buruk.