Monday, April 1, 2013

TEMPAT KURSUS BAHASA JEPANG DI SURABAYA

untuk teman-teman yang ingin memperdalam bahasa Jepang, tidak ada salahnya untuk ikut kursus bahasa Jepang. kebetulan domisili saya di daerah Surabaya jadi saya akan kasih tahu beberapa tempat kursus bahasa Jepang di Surabaya & sedikit reviewnya.
  1. IM'C CENTER
    lokasi : Lotus Regency F7 Jl. Ketintang Baru Selatan IA Surabaya 60231
    Blog: http://imccentersurabaya.blogspot.com/2012/04/imc-center-international-multi-cultural.html
    Servis:

    a.   Persiapan JLPT/Nouryoku Shiken
    b.      Persiapan UNAS
    c.       Holiday Class
    d.      Review Class (Minna no Nihon go 1 dan 2)
    e.       Bahasa Jepang perhotelan
    f.       Kanji Class
    g.      In house training
    h.      Jasa penerjemah dan interpreter
  2. SHINJU
    Lokasi :Jl. Bratang Gede 3B/16 Surabaya
    Jl Bratang Gede 3-B/16
    Ngagelrejo, Wonokromo
    Surabaya 60245 Jawa Timur
    blog : http://www.shinjusby.blogspot.com/
    servis :
    - kelas reguler & privat
    - pendaftaran studi ke Jepang
    - terjemahan jepang-inggris-indonesia

  3. JASMIN
    Lokasi : Jl. Kalidami no 14-16 Surabaya & Ruko Taman Gapura D2, Citraland
    Blog :http://asjasmin1.blogspot.com/
    Servis:
    -kelas reguler  & intensif
    - kelas persiapan JLPT (Japanese Language Profiency Test)
  4. STATEMENT CONSULTING
    Lokasi:  G-walk Shop House W1 no 16 Citraland, Surabaya (031-57431020)
    Blog: http://statementconsulting.blogspot.com/
    Website : www.statecons.com
    Twitter: @statecons
    Servis:
    servisnya lumayan banyak nih teman-teman:
    -Kursus 7 bahasa asing : Inggris, Jepang, Korea, Jepang, Mandarin, Perancis, Italia.
    - interview training
    - visa/passport service
    - pendaftaran ke sekolah luar negeri
    - edit essay/dokumen
    - terjemahan :
     Indonesia-English
    English-IndonesiaChina-IndonesiaIndonesia-china
    Korea-Indonesia
    Indonesia-Korea
    Japan-Indonesia
    Indonesia-Japan






    itulah beberapa tempat kursus bahasa jepang di SUrabaya yang cukup terkenal di dunia kursus bahasa Jepang Surabaya. untuk harga dari masing-masing servis bisa dilihat di blog masing-masing untuk lebih jelasnya.
    semoga bermanfaat :)

Tuesday, October 11, 2011

Biografi Abe Tomoji


Abe Tomoji merupakan sastrawan lulusan Tokyo Daigaku jurusan Bahasa Inggris. Ia datang ke Indonesia sebagai propaganda Jepang pada usia 39 tahun bersama sastrawan Jepang Kitahara Takeo dan pelukis/ kartunis Ono Saseo. Ia merasa sangat beruntung saat terpilih sebagai barisan propaganda. Di Indonesia, ia merasakan seorang sastrawan yang sangat terkenal pun kedudukannya sama dengan rakyat biasa.

Pada saat itu, kota yang menarik di Asia hanya Shanghai dan Batavia. Tentu saja Abe Tomoji sangat beruntung bisa mengunjungi negara yang dijajah oleh bangsa Eropa. Abe Tomoji yang saat itu merasa bahwa Jawa adalah surga dunia, menuangkan pikiran tersebut pada sebuah novel.

Setahun setelah kedatangannya di Jawa, ia menulis sebuah cerita bersambung di majalah yang berjudul tabi bito yang menceritakan hubungan antara Jepang dan Belanda. Novel-novel yang ditulis oleh Abe Tomoji terkenal sangat historis, dan bagusnya tulisan Abe Tomoji konon membuat bangsa Jepang menjajah Indonesia. Novel-novel yang ditulis oleh Abe Tomoji di antaranya, shi no hana, tsumi no hi, saru, dan alamanda. Novel Saru menggunakan kebun binatang Surabaya sebagai settingnya.

Pada bulan Mei 1942, ia bersama Ono Saseo melakukan perjalanan ke Bogor, Batavia, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Malang, Semarang, dan Cirebon. Perjalanan Abe Tomoji ke Selekta, Malang, dituangkan ke dalam sebuah novel Shi no Hana.

Simpulan yang dapat ditarik dari karya sastra Abe Tomoji adalah:

1. Bagaimana ia merasa bertanggung jawab terhadap terjadinya perang-perang di Indonesia.

2. Bagaimana ia merasa berdosa telah berhubungan intim dengan banyak wanita.

3. Bagaimana ia melihat sastrawan Jepang mengomentari pengamatan tentang budaya.

Biografi Ono Saseo

Ono Saseo merupakan seorang kartunis/pelukis yang datang ke Indonesia bersama Abe Tomoji dan Kitahara Takeo sebagai barisan propaganda Jepang. Pelukis yang mempunyai empati yang sangat tinggi ini masuk ke Jawa pada usia 37 tahun. Ia mempunyai peribahasa tentang Jawa, yaitu “3 hal yang paling menakutkan di pulau Jawa adalah demam berdarah, maaria dan Ono Saseo”.Tautan

Ono Saseo sering menjadi model dalam novel Abe Tomoji. Salah satunya adalah Shi no Hana. Dalam novel tersebut ada tokoh yang bernama Kibi yang merupakan seorang pelukis. Pada bulan Mei 1942, ia bersama Abe Tomoji melakukan perjalanan ke Bogor, Batavia, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Malang, Semarang, dan Cirebon.

Hal yang telah dicapai Ono Saseo selama di Jawa adalah, pada tahun 1943 ia bekerja di pusat kebudayaan Jepang sebagai fasilitator atau pemuka dalam bidang lukisan, dan yang menjadi asistennya adalah seorang warga Indonesia bernama Agus Sujaya. Yang menjadi prinsip utama Ono Saseo dalam melukis adalah kebebasan. Meskipun ia berada dalam jajaran propaganda Jepang, ia tetap mengutamakan prinsipnya.

Yang membedakan karyanya dengan Abe Tomoji adalah, karya Abe Tomoji mempunyai batasan dalam menulis. Ia hanya menulis karya yang berlatar daerah yang dijajah. Selama di Indonesia Ono Saseo banyak melukis tentang kebudayaan dan alam Indonesia. Salah satu karyanya pernah diterbitkan di Jawa Shinbun pada tahun 1945, sesaat setelah Jepang kalah perang dengan sekutu. Sayangnya tidak banyak lukisan-lukisan yang bisa dibawa Ono Saseo kembali ke Jepang.