Friday, October 29, 2010

Si Bocor Dari Rumah Tua

Si Bocor Dari Rumah Tua

Dahulu kala, terdapatlah suami-istri petani yang hidup sangat bersahaja. Mereka memelihara seekor sapi yang masih muda. Sapi itu ditempatkan di kandang belakang rumahnya yang sudah tua.

Pada suatu malam, datanglah seekor serigala di dekat rumah tersebut. Sudah beberapa hari ini sang serigala tidak makan makanan enak. Karena itu ia mengincar anak sapi yang ada di kandang itu. Ia menunggu sampai sang pemilik rumah tertidur lelap. Sementara itu, tak jauh dari tempat itu, seorang pencuri tengah mengendap-endap di belakang rumah sang petani. Ia juga hendak mencuri anak sapi milik sang petani. Kini ia mencoba naik atap rumah sang petani sambil menunggu mereka tidur. Saat itu di dalam rumah, suami-istri petani itu sedang bercakap-cakap.
“Menurutmu, siapakah di dunia ini yang paling menakutkan?”tamya sang istri.
“Kalau menurutku yang paling menakutkan adalah serigala hutan.”kata sang suami.
Mendengar nahwa namanya disebut, serigala hutan yang sedari tadi bersembunyi di dekat kandang merasa sangat bangga. “Ternyata aku sangat ditakuti manusia!” katanya dalam hati.
“Kalau menurutmu, siapa yang paling menakutkan?” kata suaminya ganti bertanya.
“Kalau menurutku, yang paling menakutkan di dunia ini adalah pencuri!” kata istrinya.
Mendengar hal itu, pencuri yang sedari tadi bersembunyi di atap rumah tersenyum kegirangan. “Ternyata aku adalah orang yang paling ditakuti di dunia!” katanya sambil tersenyum gembira.
“Tetapi dari semua itu ada yang paling menakutkan bagi kita.” Kata sang suami.
“Apa itu?” Tanya istrinya.
“Si bocor. Kalau hujan, ia pasti datang dengan tiba-tiba dan sangat menyusahkan kita semua. Ia adalah sesuatu yang paling menakutkan !” kata sang suami.
“Benar juga katamu. Mudah-mudahan malam ini dia tidak datang.” Kata istrinya.
Mendengar bahwa ada orang lain yang paling menakutkan di dunia ini, baik serigala maupun pencuri yang sedang bersembunyi menjadi agak ketakutan. “Apa hebatnya si bocor itu?” pikir mereka dalam hati.

Beberapa saat kemudian tiba-tiba turunlah hujan deras. Suami istri itu segera bangun dari tidurnya.
“Hei, cepat bangun! Si Bocor telah datang. Ayo cepat segera kita siapkan peralatan untuk menangkalnya!” kata sang istri.
”Aduh, Si Bocor ini selalu datang dengan tiba-tiba!” kata suami mengeluh.
Beberapa saat kemudian terdengar suara keributan yang luar biasa dari dalam rumah itu. Mendengar suara rebut tersebut tentu saja serigala dan pencuri menjadi ketakutan. Serigala lalu beranjak berdiri dan lari sekencang-kencangnya. Demikian juga dengan sang pencuri. Ia segera melompat turun dari atap rumah. Kedua-duanya takut bila tertangkap oleh Si Bocor. Namun, ketika sang pencuri melompat ke bawah, secara tak sengaja ia melompat ke atas badan serigala yang hendak lari. Baik sang pencuri maupun sang serigala sama-sama takutnya. Mereka mengira bahwa telah tertangkap Si Bocor. Serigala itu lalu lari sekencang-kencangnya ke dalam hutan. Sang pencuri yang berada di atas punggung serigala pun sekuat tenaga memegang erat telinga serigala, agar ia tidak terjatuh.

Setelah beberapa lama lari, serigala sampai di ujung hutan. Namun benda yang berada di punggungnya itu tak kunjung mau melepaskannya. Ia sangat ketakutan dan hampir putus asa. Ia lalu menerobos masuk ke semak-semak di dekat sebuah pohon yang berlubang di bawahnya. Karena tersangkut oleh semak-semak itu, akhirnya sang pencuri terjatuh dan masuk ke dalam lubang di dalam tanah. “Aduh, sakit!” kata pencuri itu merintih kesakitan. “Tapi syukurlah akhirnya Si Bocor itu mau melepaskan aku juga.” Katanya lagi dalam hati. Pencuri itu lalu memutuskan untuk tinggal di dalam lubang tersebut sampai situasi di luar benar-benar aman.

Sementara itu, serigala terus berlari dan akhirnya tiba di tepi sebuah sungai. Di sungai itu ia bertemu dengan teman-temannya yaitu, kera, kelinci dan harimau. Serigala sangat letih dan kehausan. Setelah minum beberapa teguk air sungai, ia menyapa teman-temannya itu.
“Hei, ada apa denganmu? Kau nampaknya sangat letih dan ketakutan?” Tanya kera.
“Aku baru saja bertemu dengan sesuatu yang sangat menakutkan !” kata serigala.
“Apa itu?” Tanya kera.
“Manusia menyebutnya dengan Si Bocor!”
“Si Bocor?”
“Iya. Dia adalah makhluk yang paling mengerikan yang pernah aku temui selama ini. Manusia juga sangat takut padanya!” Kata serigala.
“Makhluk seperti apa dia?”
“Aku tidak tahu. Tapi aku saja sempat dibuatnya lari terbirit-birit. Apalagi kalian?” kata serigala.
“Aku tidak percaya. Kalau kita hadapi berempat, pasti dia akan kalah!” kata kera.
“Ya. Benar. Tunjukkan kepada kami dimana tempat tinggal Si Bocor itu !” kata harimau dengan sikap menantang.
“Baiklah, aku akan tunjukkan kepada kalian. Tapi tunggu dulu, aku sangat capek sekarang. Nanti sore saja kita pergi mencarinya!” kata serigala dengan mata kuyu.
“Setuju!” kata teman-temannya hampir bersamaan.

Sore harinya mereka berempat pergi ke semak-semak yang ada lubangnya, tempat serigala menjatuhkan Si Bocor tadi pagi.
“Hei, harimau coba kau masukkan ekormu untuk mencari Si Bocor itu!” kata kera.
“Baiklah!” jawab harimau. Lalu ia memasukkan ekornya dan mencari-cari si bocor di dalam lubang. Namun karena ekor harimau tidak cukup panjang untuk menjangkau dasar lubang, maka ia pun tidak menemukan apa-apa.
“Tidak ada apa-apa tuh!” kata harimau.
Baiklah, sekarang akan aku coba mencarinya.” Kata kera.
Pada waktu itu kera Jepang berekor panjang melebihi ekor harimau. Perlahan-lahan kera memasukkan ekornya sampai ke dalam lubang. Sementara itu, pencuri yang tengah tertidur terkejut setengah mati karena ada sesuatu yang melilit lehernya. “Aduh, apa ni?” katanya terkejut. Tanpa pikir panjang ia langsung menarik benda panjang itu kuat-kuat. Sementara itu, sang kera yang merasa ekornya ditarik dari dalam lubang menjerit-jerit kesakitan.
“Waduh, tolong…aku tertangkap Si Bocor!” teriaknya sambil menahan sakit. Wajah kera memerah karena menahan sakityang luar biasa. Karena terjadi tarik menarik antara pencuri dan kera, maka ekor kera itu pun akhirnya putus. Kera, harimau, serigala, dan kelinci lari tunggang langgang meninggalkan tempat tersebut. Sejak saat itu kera di Jepang bermuka merah dan tidak mempunyai ekor lagi. Sedangkan harimau pergi kearah selatan melintasi Laut Jepang menuju daratan Asia. Ia tidak pernah kembali ke Jepang lagi. Sang pencuri pun akhirnya kembali ke desanya. Setelah mengalami pengalaman yang menakutkan itu, ia berjanji untuk tidak mencuri lagi.



monyet Jepang



Catatan :
Cerita ini berjudul asli Furuya no Muru ( Si Bocor dari Rumah Tua) yang berasal dari prefektur Tottori.


0 comments:

Post a Comment